Tags

, , , ,

1

DAY BY DAY CHAPTER 1

Title : Day By Day | Author : Agasshiel | Genre : Sad, Family, Marriage-life, Drama | Rating : PG-17 | Main Cast : Bae Suzy, Park Chanyeol, Jung Soojung | Other Cast : Find by yourself!

 

 

***

On 2001

 

 

Gyeoure taeonan areumdaun dangshineun

Nun cheoreom kkaekeuthan namaneui dangshin

Gyeoure taeeonan sarang seureon dangshineun

Nun cheoreom malgeun namaneui dangshin

 

Hajiman bom yeoreumgwa gaeul gyeoul

Eonjena malgo kkaekkeuthae

Gyeoure taeonan areumdaun dangshineun

Nun cheoreom kkaekeuthan namaneui dangshin

 

Saengil chukhahamnida

Saengil chukhahamnida

Dangsinui saengireul

 

Happy birthday to you

Happy birthday to you

Happy birthday to you

“Selamat ulang tahun, putriku”

Bae Yong Joon menyelesaikan nyanyiannya yang diiringi piano dengan ucapan selamat ulang tahun kepada putri kecilnya sambil menggendong Suzy kecil kedalam pelukannya.

“Wah ternyata putri ayah sudah berumur 7 tahun dan sebentar lagi akan masuk sekolah” ujar Ayah Suzy sambil mencium pipi chubby Suzy

“Benarkah aku akan segera masuk sekolah, appa?” Tanya Suzy antusias

“Tentu saja” Jawab Bae Yong Joon sambil mencubit pipi Suzy dengan gemas

“Selamat ulang tahun putri eomma” Ibu Suzy datang dari arah dapur dengan membawa sebuah cake berwarna pink yang diatasnya dihiasi pernak-pernik yang berhubungan dengan barbie dan juga lilin angka 7

“ayo tiup lilinnya sayang” Ibu Suzy menyodorkan cake itu tepat di hadapan Suzy yang masih dipangkuan ayahnya

Dengan senyum yang terus mengembang dengan eyes smile yang sangat cantik, Suzy mulai meniup lilinnya dengan gembira

Gomawo eomma, appa” Ujar Suzy kecil kemudian mencium pipi ayah dan ibunya

Ya, hari ini tepatnya 10 Oktober 2001 Bae Suzy putri kecil dari Bae Yong Joon dan Park Soo Ae berulang tahun yang ke-7.

Keluarga kecil Bae ini tinggal di kota Gwangju. Ayah Suzy adalah seniman musik yang bekerja sebagai guru musik di salah satu sekolah di Gwangju, dan Ibu Suzy adalah mantan penyanyi balada yang kini bekerja membuka toko musik yang menjual berbagai CD musik pop maupun klasik.

Suzy tumbuh di keluarga yang hangat dan sederhana, ia bukanlah anak yang manja seperti kebanyakan gadis kecil seusianya. Ia anak penurut, manis dan suka membantu kedua orang tuanya. Ia suka musik, dan alat musik yang sangat disukainya gitar. Ayahnya sering mengajarinya bermain alat musik gitar.

 

***

Ditempat yang berbeda, yaitu di rumah mewah keluarga Bae Sang Woo dan Choi Ji Woo. Mereka sedang berkumpul di meja makan untuk sarapan pagi bersama.

“Soojung-ah besok ibu akan mendaftarkanmu ke sekolah baru, jadi hari ini kita pergi untuk membeli perlengkapan sekolahmu” Ujar Nyonya Choi tersenyum kepada Putri kecilnya yang kini sedang meminum susu yang baru saja diletakkan oleh pelayan mereka

“Aku sudah boleh sekolah, eomma?” Tanya Soojung kecil dengan wajah tertarik

“Tentu saja, putri eomma kan sudah 7 tahun, bukankah begitu yeobo?” Jawab Ibu Soojung lalu bertanya pada suaminya yang duduk disampingnya sedari tadi fokus pada surat kabar yang sedang dibacanya.

“Iya benar” Jawab suaminya sekenannya

“Kalau begitu aku ingin bersekolah di sekolah Chanyeol oppa” Pinta Soojung semakin bersemangat

“Baiklah, itu yang memang yang sedang ibu ingin lakukan”

 

***

 

 

3 years later

On 2004

 

Suzy dan ibunya sedang menyusun dan merapikan CD yang sedikit berantakan di rak, kebetulan hari ini adalah hari sabtu jadi biasanya Suzy akan membantu ibunya di toko jika kegiatan sekolah dan tugasnya sudah selesai. Begitulah seorang gadis kecil Bae Suzy.

Untuk gadis kecil seusianya seharusnya ia menghabiskan masa-masanya itu dengan bermain dengan teman-temannya. Namun, karena ia merupakan gadis yang mungkin bisa dikatakan sedikit sulit bergaul dengan orang lain dan juga sedikit pemalu membuat dia tidak memiliki banyak teman di sekolah maupun di rumah. Disekolah dia sering menjadi bahan cemoohan karena sikap diamnya, sering menjadi bahan diskriminasi karena memang benar disekolahnya merupakan rata-rata anak dari kalangan atas di daerah Gwangju. Tapi itu tidak membuatnya sedih karena orang tuanya selalu ada untuknya menjadi teman dan memberinya kasih sayang yang lebih.

 

***

 

“Sulli-ah bukankah itu boneka mainan milikku?” Tanya Suzy berdiri didepan meja Sulli teman sekelasnnya yang sedang memainkan sebuah gantungan boneka dengan gitar kecil berwarna pink

“Apa maksudmu, ini milikku” Ketus Sulli menatap Suzy tajam

“Tapi itu sama persis dengan milikku yang hilang, dan disitu tertulis huruf S singkatan dari Suzy” Jawab Suzy meyankinkan

Dan pada saat itu teman-teman sekelas mereka mulai tertarik dengan ketegangan antara Suzy dan Sulli, mereka mengelilingi meja Sulli. Dan itu membuat Sulli sedikit gugup dan takut sekaligus malu menjadi tatapan semua orang

“YA! Apa kau sedang memfitnahku mencuri barangmu? Dan inisial di boneka ini S berarti Sulli” Bentak Sulli memukul meja dan bangkit berdiri

“Bukan begitu, tapi aku yakin bahwa itu milikku. Karna benda seperti itu tidak dijual dimanapun. Ibuku membuatnya sendiri” Suzy berusaha meyakinkan dan ia mulai merasa takut dengan tatapan intimidasi Sulli dan teman sekelas lainnya

“Dasar pengemis! Berani sekali kau memfitnahku. Aahku kepala sekolah disini, aku bisa membeli benda seperti ini sebanyak apapun” Sulli mendorong bahu Suzy hingga ia tersungkur ke lantai

“Dan jika kau mau benda murahan ini” Sulli merusak boneka itu dan melemparkannya kearah Suzy “Ambil saja, karena aku tidak butuh benda murahan seperti itu. Pengemis”

Sulli pun beranjak dari mejanya dan berjalan kearah pintu keluar setelah sebelumnya menginjak boneka itu. Sepeninggal Sulli, teman sekelasnya yang menyaksikan kejadian itu hanya menatap Suzy dengan rendah sekaligus kasihan. Mereka kembali ke aktifitas masing-masing tanpa memperdulikan keadaan Suzy.

 

***

 

“Suzy-ah sedang apa?” Tanya Ibunya menghampiri Suzy dikamarnya dan meilihatnya sedang duduk termenung diatas kasurnya

Eomma, Sulli merusak hadiah gantungan boneka dari eomma” adu Suzy dan mulai menangis

“Tidak apa, Suzy-ah. Ibu bisa membuatkan lagi untukmu, lagi pula boneka itu sudah lama dan kusam” Ibu Suzy berusaha menenangkannya dan mengelus rambut sebahunya

“Tapi aku suka boneka itu”

“Baiklah, nanti itu buatkan yang mirip persis untukmu, sekarang jangan menangis lagi nanti ayahmu pulang dan melihatmu menangis dia akan sedih. Bukankah ayah selalu mengatakan untuk menjadi anak yang kuat” Ibu Suzy memeluknya

Ne eomma” Suzy menghapus air matanya walaupun masih senggugukan

“Nah begitu, bagaimana kalau sekarang eomma buatkan pasta seafood kesukaanmu? Dan selagi kau menunggu pastanya masak, mainkan sebuah lagu untuk eomma” Tawar ibunya untuk menghiburnya

“Ehm eomma” Jawab Suzy tersenyum dan sedikit bersemangat

 

***

 

“Harabeoji” teriak Soojung sambil berlari masuk ketika sampai diteras rumah kakeknya. Ibu dan ayahnya yang menyaksikan itu hanya tersenyum

Aigoo, cucuku sudah semakin tinggi saja” Ujar kakeknya ketika Soojung sudah berada di hadapannya dan memeluk pinggangnya

“Tentu saja, aku sudah umur 10 tahun” Timpal Soojung

“Haha benarkah? Bagaimana kabarmu Soojung-ah, apakah ayah dan ibumu baik padamu?” Tanya kakeknya sambil mengelus kepala Soojung

“Ehm aku merindukan harabeoji dan eomma appa sangat sibuk” adu Soojung cemberut mengingat ayah dan ibunya yang sering sibuk dengan pekerjaan kantor sehingga kurang ada waktu untuknya. Dan kakeknya hanya tersenyum melihat ekspresi cemberut Soojung

“Soojung-ah, eomma dan appa melakukan ini juga untukmu” Timpal ibunya saat mendengar Soojung mengadu

Ya, hari ini Soojung dan ibu ayahnya berkunjung kerumah Bae Dong Hwan, kakek Soojung yang memang rumahnya sedikit jauh dari rumah Soojung, yang memakan waktu 1,5 jam perjalanan kesana walaupun letaknya sama-sama di Seoul.

Dan setelah itu mereka menhabiskan waktu untuk berbincang-bincang tentang pekerjaan dan lainnya.

Abeoji, kenapa tidak pindah dan tinggal saja bersama kami, aku kuatir abeoji akan kesepian tinggal sendiri disini” Pinta Bae Sang Woo saat mereka sudah duduk berkumpul di ruang tengah

“Benar harabeoji, aku juga tidak perlu jauh-jauh lagi jika merindukanmu” Timpal Soojung

“Tapi, aku sudah sangat nyaman tinggal disini. Aku sudah tinggal di rumah ini selama 30 tahun” Jawab Bae Dong Hwan berusaha meyakinkan agar mereka tidak perlu kuatir

“Baiklah, abeoji” Pasrah Bae Sang Woo

Setelah itu Soojung dan keluarganya pun bersiap untuk pulang karena jam sudah menunjukan pukul 8 malam.

harabeoji aku pulang dulu, nanti aku akan berkunjung lagi” Pamit Soojung sambil memeluk kakeknya

“Baiklah cucuku. Kalian berhati-hatilah di jalan, ini sudah malam” Bae Dong Hwan mengingatkan mereka

Sepeninggal mereka bertiga, Bae Dong Hwan masih menatap mobil yang baru saja meninggalkan halaman rumahnya itu dengan pandangan yang sulit diartikan.

“Anak itu sekarang pasti juga sudah berumur 10 tahun seperti Soojung” Gumamnya tanpa sadar dan menghela napas berat

 

***

“Soojung-ah setelah pulang sekolah kau kemana?” Tanya teman sebangkunya Naeun saat mereka sedang duduk di taman untuk menunggu supir jemputan mereka

“Hari ini aku ada les balet” Jawab Soojung tidak berminat dengan kegiatan yang dilakukannya setelah ini

“Benarkah? Tadinya aku mau mengajakmu kerumahku, karna semalam ayahku baru pulang dari Paris dan membawa banyak cokelat” Balas Naeun kecewa

“Yah, tapi aku tidak bisa melewatkan les ini Naeun-ah. Ibuku bisa marah” Soojung merasa bersalah

“Baiklah, tidak apa. Mungkin lain kali saja” Balas Naeun

Eoh, kalo begitu pulang duluan Naeun-ah supirnya sudah datang” Ujar Soojung bangkit dari duduknya

“Baiklah, sampai jumpa besok” Balas Naeun melambai

Soojung sekolah disalah satu sekolah dasar Internasional yang berada di Seoul, yang bersekolah di sekolah ini kebanyakan anak dari Chaebol. Soojung memiliki banyak teman di sekolahnya. Ia cukup terkenal disana karena ia cucu seorang konglomerat dan juga menjadi siswi terpintar. Ia selalu mendapat ranking 1 dikelasnya. Ditambah lagi siswa yang bernama Park Chanyeol cucu seorang konglomerat yang mensponsori sekolah tersebut menjadi teman dekat Soojung dari kecil. Tentu saja tidak ada yang berani menganggu Jung Soojung karena Park Chanyeol akan selalu melindunginya.

 

***

 

“Apa mereka masih tinggal di Gwanju?” Tanya Bae Dong Hwan kepada sekretaris setianya Choi Siwon

“Ya, Presiden. Tuan Bae Sang Woo masih bekerja sebagai Guru musik dan istrinya membuka toko musik” Jawab Choi Siwon dengan jelas

“Bagaimana dengan putri mereka?” Tn. Bae melanjutkan pertanyaannya

“Dia sekolah di salah satu Sekolah Dasar di Gwangju dan duduk dikelas 4. Saya pikir dia tidak memiliki banyak teman di sekolahnya dan dia sering dikucilkan oleh teman-temannya” Sekretaris Choi menjelaskan dan sedikit prihatin

Bae Dong Hwan menghela nafas berat dan tampak berfikir sambil melipat tangannya di atas meja kerjanya.

“Besok antar aku ke rumah mereka” Ucapnya membuat keputusan setelah ragu beberapa saat

“Baik, Presiden” Sekretaris Choi mengerti dan pamit undur diri dari ruangan itu

Mereka berdua sedang berada di ruang kerja rumah Bae Dong Hwan. Walaupun ia sudah pensiun tetapi dia masih menjabat sebagai Presiden di BaeGin Entertainment, dan Bae Sang Woo ayah Soojung yang sedang menjalankan perusahaan itu menjabat sebagai Direktur Utama.

 

***

 

Disinilah mereka sekarang. Bae Dong Hwan sudah berada di kota Gwangju tepatnya di rumah Bae Yong Joon, ayah Suzy. Mereka sedang duduk di ruang tengah rumah yang sederhana itu, disana sudah tersedia teh dan beberapa cemilan. Suasana canggung yang kental disana turut menghiasi ruang itu. Bae Yong Joon yang sedari tadi duduk diam ditempatnya dan menyatukan jari-jarinya hanya menatap kosong.

“Bagaimana kabar, ayah?” Tanya Bae Yong Joon menatap Bae Dong Hwan untuk memecahkan keheningan disana

Bae Dong Hwan balik menatap pria itu dan berdehem pelan “Seperti yang kau lihat, aku semakin tua” Ujarnya

Bae Yong Joon mengangguk dan menghela nafas pelan “Ada apa ayah kemari?” Tanyanya akhirnya setelah sedari tadi bingung dengan kedatangan tiba-tiba ayahnya setelah sekian lama mereka tidak berhubungan

“Dimana putrimu?” Ia balik bertanya

“Suzy sedang sekolah, ayah mertua” Jawab Ibu Suzy membuka suara yang sedari tadi hanya diam diantara mereka

“Kehidupan macam apa yang sedang kau jalani ini? Apa hanya ini yang bisa kau lakukan untuk anak dan istrimu? Jika kau tidak bisa memberikan yang terbaik untuk hidupmu seharusnya kau mendengarkanku dari awal” Perkataan Bae Dong Hwan membuat ayah Suzy menjadi mengerutkan keningnya

“Kenapa ayah berkata seperti itu? Aku masih bisa menjaga keluargaku sendiri, dan memberikan kehidupan yang layak untuk mereka! dan apa disaat sudah tua, baru kau ingin menunjukan kewajibanmu sebagai seorang ayah padaku?” Tegas ayah Suzy tidak terima dengan perkataan ayahnya

“Apa menyekolahkan anakmu di sekolah seperti itu dimana ia selalu dikucilkan adalah kehidupan yang layak?” Balas Dong Hwan dengan sinis

Ayah Suzy terdiam dan menunduk dalam.

“Apa kau pikir semua yang telah kau lakukan selama almarhum ibu hidup adalah hal yang layak juga? Aku bahkan tidak bisa melupakan itu selama hidupku. Ayah tidak akan mengerti apa yang aku dan ibu rasakan akibat perbuatanmu. Aku…” Ayah Suzy menghentikan ucapannya karena dirasa sudah terlalu jauh untuk membahas hal yang seharusnya tidak ia ungkit lagi sekarang. Matanya sempat memerah dan tangannya tegang. Ia lalu melepas kacamatanya

“Itu hanya sebuah masa lalu, dan aku memiliki alasanku sendiri untuk itu” Bae Dong Hwan menghela nafas walaupun tadi wajahnya sempat mengeras dan meremas tangannya sendiri

“Tujuanku kemari untuk membawa Suzy pergi ke Seoul bersamaku dan aku akan memberikan kehidupan yang layak untuknya. Disana juga akan ada paman dan bibi serta Soojung yang akan merawatnya” Bae Dong Hwan memberikan penjelasan perihal tujuan kedatangannya dimana disambut keterkejutan dari ayah dan ibu Suzy

“Apakah ayah sedang memintaku untuk menjual putriku sendiri?” Bentak Yong Joon dan rahangnya mulai mengeras

“Pikirlah sesukamu, dan aku juga tahu tentang fisik Suzy yang sedikit lemah dan ia selalu dikucilkan karena ayahnya yang hanya seorang guru musik yang mungkin tidak akan bisa memberikan kehidupan yang diinginkan Suzy hingga ia dewasa. Aku juga tidak menjamin apa yang akan terjadi di masa depan jika dia tetap bersama kalian. Bagaimanapun juga aku masih kakek kandungnya” Bae Dong Hwan berkata panjang lebar dengan santai dan sedikit tersirat ancaman disana

Yong Joon hanya diam dan menatap kebawah, istri disampingnya juga ikut diam. Bagaimanapun juga mereka bukannya tidak mampu untuk menghidupi Suzy hanya saja mereka sedikit sensitif jika itu sudah menyangkut kehidupan Suzy, putri kesayangan mereka. Mereka hanya ingin Suzy hidup dengan jauh lebih dari kata layak. Apalagi setelah mendengar Suzy sering dikucilkan karena keadaan mereka.

“Aku tidak akan membawanya sekarang, akan kuberi waktu setahun agar kalian memberi pengertian padanya dan disaat itu aku harap kalian sudah bisa melakukan sesuai yang aku minta” ujar Bae Dong Hwan saat melihat kerisauan mereka

“Aku pulang” suara Suzy yang memasuki rumah menginterupsi ketiga orang yang sedang terdiam dengan pikiran masing-masing

Bae Dong Hwan mengalihkan pandangannya kearah Suzy dan matanya sedikit sayu saat itu juga melihat cucu yang terakhir kali ia lihat saat berumur 1 tahun. Bayi yang dulu kecil dan imut itu sudah tumbuh tinggi layaknya remaja berumur 10 tahun lainnya, wajahnya yang chubby, rambut sebahu, dan kulit pucat serta tubuhnya yang sedikit berisi.

“Suzy-ah kemarilah, beri salam pada harabeoji” Panggil ibunya agar Suzy mengenal kakeknya. Bagaimanapun juga lelaki tua itu tetap kakeknya.

Harabeoji?” Tanya Suzy yang sudah berdiri di dekat ibunya yang bersebrangan dengan lelaki tua yang ia panggil kakek itu

Annyeong haseeyo, harabeoji” Sapa Suzy dan membungkuk sopan 90 derajat

Bae Dong Hwan hanya tersenyum dan mengangguk. Ada sedikit rasa bersalah saat melihat wajah anak itu. Lalu ia pun mengeluarkan sebuah handbag berwarna merah muda yang sedari tadi ia letakkan disampingnya dan memberikannya kepada Suzy

“Ini ambillah, hadiah untuk cucuku” ujarnya bersahabat

Suzy menerima tas itu dengan senang dan membuka isi tas yang ternyata berisi sebuah box house barbie yang sangat lengkap dengan pakaian-pakaian dan pernak-perniknya. Suzy sangat senang menerimanya

Kamsahamnida harabeoji” ucapnya senang

Bae Dong Hwan akhirnya pulang ke Seoul dan suasana rumah Bae Yong Joon masih terlihat tegang. Sedangkan Suzy sedang asik dengan mainan barunya di ruang tengah. Melihat itu membuat ayah Suzy semakin risau. Apa ia harus melakukan semua sesuai dengan perintah ayahnya? Dilema yang dia alami antara takut berpisah dengan putrinya dan tinggal dengan kakeknya yang serba berkecukupan atau tetap bersama putrinya namun ia tidak yakin dengan hidup Suzy selanjutnya.

Karena ia juga tahu bawa ayahnya itu bisa melakukan apapun agar yang dia minta harus terpenuhi termasuk membuat hidupnya benar-benar jatuh sejatuhnya, dan tidak memiliki pilihan lain. Ia hanya tidak ingin terjadi sesuatu dengan Suzy

“Apa yang harus kita lakukan?” tanyanya kepada istrinya

“Aku juga tidak yakin” jawab istrinya mengusap matanya yang mulai berair

Bae Yong Joon memeluk istrinya yang menangis.

 

***

 

“Suzy-ah kau senang bertemu kakekmu?” tanya ibunya saat Suzy akan menjelang tidur

ne eomma” jawab Suzy mengangguk senang

“Apa kau suka hadiahnya?”

“Ehm, aku sangat suka. Aku yakin temanku bahkan tidak memiliki yang seperti itu”

“Apa kau ingin hadiah-hadiah seperti itu selanjutnya?”

“Tentu saja, apa harabeoji akan memberikannya lagi?”

“ehm, tentu saja”

Ibu Suzy terdiam sebentar, antara yakin dan tidak untuk menanyakan hal itu kepada Suzy

“Apa kau ingin tinggal bersama harabeoji?” Tanyanya akhirnya dengan pelan

“Jika ibu dan ayah ada, aku akan ikut” jawab Suzy polos

“Ehm, begini Suzy-ah…” Ia ragu sejenak “Rumah abeoji di Seoul sementara disini ibu harus membuka toko musiknya dan ayah juga harus tetap bekerja, jadi ibu dan ayah tidak bisa ikut”

“Tidak mau!” potong Suzy

“Kenapa tidak mau, Suzy-ah”

“Aku tidak mau harus berpisah dengan kalian” Suzy cemberut

“Kita tidak berpisah, kami akan mengunjungimu sebulan sekali kesana. Kau juga bisa mengirim surat” Ibu Suzy mencoba untuk meyakinkan

“Tapi sama saja, aku akan tinggal jauh dari kalian”

Ibunya akhirnya menyerah meyankinkan dan memilih memeluk Suzy dan menangis dalam diam.

***

 

1 year later

On 2005

 

Ayah dan Ibu Suzy sudah menetapkan keputusan bahwa Suzy harus tinggal bersama kakeknya walaupun Suzy terus menolak dengan berbagai cara. Mereka tidak berhasil membujuk Suzy selama setahun ini dan mereka akan tetap mengirim Suzy ke Seoul, dan kakek Suzy sudah mengatakan akan menjemput Suzy besok ke Gwangju. Walaupun mereka juga sedih harus berpisah dengan Suzy namun itu semua demi kebaikan Suzy.

Appa, aku tidak mau tinggal di Seoul” rengek Suzy pada ayahnya yang hanya sedang duduk saja memperhatikan istrinya memasukkan barang-barang Suzy ke dalam koper

Tidak ada yang mendengarkan Suzy saat ini. Dan saat itu juga mobil yang menjemput Suzy datang. Suzy tetap tidak mau masuk ke dalam mobil dan menangis. Sekretaris Choi yang menjemput Suzy memasukkan semua barang Suzy kedalam bagasi.

Bae Yong Joon terus membujuk Suzy untuk naik ke mobil namun Suzy terus menolak. Mau tidak mau ia harus memaksa Suzy untuk masuk ke dalam mobil. Setelah mobil mewah itu pergi, mereka hanya menatap kepergian mobil itu dimana Suzy sekarang sedang menangis dan memukul-mukul jendela kaca arah belakang itu dengan sambil terus menangis

“Maafkan kami, Suzy-ah” Gumam Bae Yong Joon memeluk istrinya yang entah sejak kapan sudah menangis

***

Suzy sampai di rumah kakeknya, ia hanya diam karena kelelahan menangis sepanjang perjalanan. Sekretaris Choi sampai bingung melakukan apa. Suzy disambut oleh beberapa pelayan rumah. Suzy hanya pasrah dan masuk ke dalam rumah. Di dalam ia sudah ditunggu oleh kakeknya. Rumah mewah berdesain modern klasik yang didominasi warna cream, putih dan cokelat dengan halaman hijau yang luas membuat Suzy sedikit terkesima. Ternyata kakeknya benar-benar orang kaya pikirnya

“Selamat datang Suzy-ah” Sambut kakeknya namun Suzy hanya diam saja

Setelah itu Bae Dong Hwan memeintahkan pelayan untuk mengantar Suzy kekamarnya dilantai 2. Suzy memasuki kamar itu. Kamar dengan desain unik, dengan nuansa barbie, lemari putih, dan tempat tidur minimalis. Suzy memilih untuk berdiam diri diatas tempat tidurnya.

***

 

“Soojung-ah, tadi kakek menelpon dan meminta untuk berkunjung kesana hari ini. Berhubung ini adalah weekend” Ujar Ibu Soojung saat mereka semua sedang sarapan pagi di meja makan

Ne eomma” Jawab Soojung bersemangat

Tuan Bae Sang Woo, Choi Ji Woo dan Soojung berangkat kerumah Bae Dong Hwan. Setelah sampai disana Soojung langsung memeluk kakeknya dan berkumpul di ruang tamu.

“Soojung-ah, aku ada hadiah untukmu” seru kakeknya

“Benarkah?” tanya Soojung bersemangat dan menepukkan kedua tangannya

Lalu Bae Dong Hwan menyuruh pelayan untuk memanggilkan Suzy kekamarnya. Suzy keluar dari kamarnya dan turun menuju ruang tamu. Terlihat raut bingung di wajah ayah dan ibu Soojung, bertanya-tanya siapa anak kecil itu.

“Kemarilah Suzy” Pinta kakeknya melihat Suzy hanya berdiri saja di dekat sofa

“Soojung-ah ini kakakmu, namanya Bae Suzy. Ayo berkenalan”

Soojung dan Suzy hanya diam berhadapan sambil menatap sama lain. Begitu juga dengan ibu ayah Soojung. Mereka lalu tersadar dan menerka-nerka apakah anak kecil itu adalah anak dari Bae Yong Joon, saudara tiri Bae Sang Woo.

“Hai. Namaku Soojung” akhirnya Soojung menyapa lebih dulu dengan hangat dan menyodorkan tangannya dan Suzy menerima tangan itu dengan diam

“Soojung-ah ajaklah Suzy bermain di taman” Pinta kakeknya dan Soojung mengangguk mengerti dan menarik pelan tangan Suzy untuk keluar

Setelah mereka berdua keluar. Barulah perbincangan orang dewasa itu dimulai.

Abeoji, apa dia…” belum sempat Sang Woo menyelesaikan ucapannya ayahnya memotong “Iya benar. Aku memutuskan membawa anak itu kemari”

“Tapi kenapa?”

“Aku memiliki alasanku sendiri” Balas Bae Dong Hwan mencoba untuk tidak membahas hal itu

 

~To be continued~

 

Hai! Chapter 1 is coming. Maaf ya di chapter 1 ini ‘mungkin’ masih membosankan karena belum kelihatan konflik sebenarnya. Disini aku masih bahas antara persaudaraan Suzy-Soojung doang. Chanyeol belum muncul di chapter ini. Dan aku harap kalian jangan merasa bosan dulu ya hehe. Ceritanya masih panjang~ Aku juga usahain post setiap weekend, karena disitu aku free seharian

 

Oya, FF ini juga aku post di wattpad pribadi aku @Agasshiel

Kalian bisa kunjungi nice view aku di IG : Agasshiel

Advertisements