Tags

, , , ,

2017_03_28_17_17_35_mh1490696549202.jpg

DAY BY DAY (CHAPTER 2)

Title : Day By Day | Author : Agasshiel | Genre : Sad, Family, Marriage-life, Drama | Rating : – | Main Cast : Bae Suzy, Park Chanyeol, Jung Soojung | Other Cast : Find by yourself!

***

“Ketika kau ingin menangis karena keadaan menjadi sulit, kau hanya perlu mengingat hari yang paling membahagiakan dalam hidupmu”

~Story Begin~

“Kau lahir dibulan dan tanggal berapa?” Soojung bertanya saat mereka sudah duduk diayunan yang berada di taman yang luas itu

Suzy mendongak menatap Soojung ragu untuk menjawab “10 Oktober 1994” akhirnya jawab Suzy

Jinjja? Kita hanya berbeda 14 hari. Aku lahir 24 Oktober 1994” balas Soojung sedikit bersemangat dan Suzy hanya tersenyum dengan canggung atas keadaan yang masih baru menurutnya

“Seperti kata harabeoji mulai sekarang aku akan memanggilmu eonni” Soojung menimpali dengan senyum hangatnya

***

“Aku harap kalian bisa bersikap baik pada Suzy, anggap dia seperti anak kalian juga” Ujar Bae Dong Hwan saat mereka masih duduk di ruang tamu

“Tentu saja abeoji” ayah Soojung

“Lalu bagaimana dengan sekolah Suzy, ayah mertua?” Timpal ibu Soojung

“Aku akan suruh sekretarisku untuk mendaftarkan Suzy disalah satu sekolah, dan aku rasa minggu depan ia sudah bisa mulai sekolah” Jelas Bae Dong Hwan

“Bagaimana kalau dia sekolah ditempat Soojung sekolah saja abeoji?” tawar ayah Soojung yang disambut anggukan setuju dari istrinya

Bae Dong Hwan tampak berfikir sebentar lalu dia kemudian menangguk “Aku rasa itu juga bagus, dengan begitu mereka bisa saling menjaga di sekolah” Ujar Bae Dong Hwan

Setelah perbincangan tentang keluarga dan pekerjaan diruang tamu, Keluarga Soojung memutuskan untuk pulang.

“Soojung-ah ayo pulang, sayang” Panggil ibunya saat mereka tengah asik bermain ditaman, ternyata mereka bisa dekat dengan waktu yang sesingkat itu. Itu mungkin karena kehangatan Soojung dan Suzy nyaman dengan hal itu

eomma, tidak bisakah hari ini aku menginap disini saja” Pinta Soojung memelas

“Soojung-ah bukannya eomma tidak mengijinkan tapi besok harus pergi kesekolah” Soojung cemberut menanggapi penjelasan ibunya “Baiklah eomma appa” pasrah Soojung akhirnya

“Kalau begitu kami pulang dulu abeoji” Pamit ayah Soojung pada Bae Dong Hwan dan kemudian beralih pada Suzy “Suzy-ah, paman bibi dan Soojung pulang dulu. Nanti kami akan sering berkunjung” Ucapnya sambil mengelus kepala Suzy dan Suzy tersenyum

Annyeong Suzy-ah” Sahut Soojung sambil melambai dari mobil yang mulai meninggalkan pekarangan rumah Bae Dong Hwan

***

Setelah seminggu pertemuan Suzy dan Soojung, mereka sering berkomunikasi via telepon rumah karena Soojung tidak bisa bertemu dengan Suzy langsung, rumah Soojung dan rumah kakeknya lumayan cukup jauh. Suzy juga belum bisa bersekolah karena pengurusan berkas-berkas kepindahan, perlengkapan sekolah yang memakan waktu yang cukup lama.

Suzy yang sejak kepindahannya dari Gwangju ke Seoul yang semula selalu murung dan berdiam diri dikamar karena merindukan Ayah dan Ibunya mulai sedikit demi sedikit menjadi ceria karena Soojung. Hampir tiap sore mereka bertelepon. Bae Dong Hwan yang melihat keakraban mereka merasa lega dan ia berenca untuk menyuruh keluarga Soojung membawa Suzy untuk tinggal bersama mereka melihat Suzy yang nyaman dengan Soojung. Dengan begitu Suzy tidak kesepian sendiri dirumah seharian.

Ayah dan Ibu Soojung pun setuju untuk mengajak Suzy untuk tinggal bersama mereka, mereka berpikir bahwa apa salahnya merawat Suzy keponakan mereka.

“Suzy, sekretaris Choi yang akan mengantarmu ke rumah paman dan bibimu” Jelas kakeknya. Mereka berada diteras dan Suzy sudah siap dengan segala barang-barangnya

Ne harabeoji” Jawab Suzy sambil menggendong tas kecil berwarna pink

“Baik-baiklah dengan adikmu, dan jangan bertengkar” Bae Dong Hwan mengingatkan lalu menyuruh Sekretaris Choi untuk segera berangkat

***

Mobil yang mengantar Suzy kerumah Soojung akhirnya sampai. Soojung yang melihat kedatangan Suzy sangat antusias

“Selamat datang, Suzy eonni” Sahut Soojung menghampirinya

“Suzy-ah kau sudah datang?” Ayah dan Ibu Soojung ikut menghampiri Suzy dari arah belakang Soojung

“Annyeong Haseyo, Paman Bibi” salam Suzy sopan dan membungkuk 90%

“Ne. Soojung-ah ajak Suzy kekamar dan kalian bisa beristirahat dikamar” Ujar ayah Soojung

“Ne appa. Kajja eonni kita kekamar” Soojung membawa Suzy kelantai 2 rumah mewah itu

Setelah sampai dilantai 2, dimana disana ada 3 ruangan dengan pintu bercat putih. Mereka berhenti tepat depan pintu ruangan yang paling dekat dengan tangga. Soojung lalu membuka pintu putih itu dan mengajak Suzy masuk. Kamar yang luas dengan design khas remaja, warna lembut seperti pink dan cream mendominasi kamar itu, tempat tidur 2 kaki dengan seprai disney, meja belajar, serta balkon kamar yang menghadap langsung kearah kolam renang.

“Mulai sekarang ini jadi kamar kita” Sahut Soojung “Aku senang akhirnya aku punya eonni yang mulai sekarang menemaniku” Sambungnya. Suzy ikut tersenyum dan mulai membereskan barng-barangnya serta memasukkan pakainnya disalah satu lemari berwarna putih dan dibantu oleh Soojung

“Eoh, yeppeuda” ujar Suzy saat melihat beberapa gaun digantung disana

Eonni bisa memakai manapun yang eonni suka” Ujar Soojung

“Benarkah? Bolehkah aku mencoba yang ini?” tanya Suzy mengeluarkan sebuah gaun selutut berwarna pink soft

eoh, andwae!” Soojung langsung mengambil gaun itu dari tangan Suzy “Ini gaun istimewa bagiku. Pemberian Chanyeol oppa, maaf eonni” ucap Soojung tidak enak hati

“Tidak apa-apa, seharusnya aku yang minta maaf” balas Suzy tersenyum

appa bilang mulai besok eonni akan sekolah disekolahku juga”

“Benar” jawab Suzy

Keesokan harinya Suzy dan Soojung bersiap untuk berangkat ke sekolah. Suzy memakai seragam yang sudah dipersiapkan oleh sekretaris Choi sebelum kepindahannya kerumah Soojung. Mereka tampak bersemangat. Musim gugur yang terkadang juga hujan dengan cuaca sejuk dan juga indahnya dedaunan kering yang berjatuhan akan menyambut mereka diawal bulan November ini.

Suzy terlihat kebingungan mencari kaos kakinya dilemari, Soojung yang melihat itu menawarkan kaos kaki miliknya yang masih baru.

Eonni, ini pakai milikku saja” Tawar Soojung

Gomawo Soojung-ah” Balas Suzy tersenyum

“Agasshi ayo segera turun dan sarapan” panggil pelayan dari arah pintu kamar

“Ne ahjumma”

Mereka segera turun setelah selesai dengan segala keperluan sekolah mereka. Meja makan persegi itu sudah dihuni oleh tuan Bae yang sudah siap dengan pakaian kerjanya bersiap untuk sarapan. Soojung duduk disisi kiri ibunya dan Suzy duduk bersebrangan dengan Soojung. Pelayan lalu meletakkan 2 gelas susu untuk Suzy dan Soojung. Setelah selesai sarapan, Soojung dan Suzy berangkat ke sekolah dengan diantar oleh supir pribadi mereka, sedangkan tuan Bae berangkat dengan mobil lainnya.

Hari pertama di sekolah cukup canggung bagi Suzy. Sekolah yang tidak pernah ia bayangkan sama sekali, berbeda dengan sekolahnya dulu. Sekolah ini sangat elit, semua siswa diantar dengan mobil mewah di era-nya, pakaian, sepatu, dan tas mereka semua terlihat mahal dan bagus. Soojung mengantar Suzy keruang guru untuk melakukan registrasi ulang dan Soojung pergi ke kelas yaitu kelas 5A Internasional.

“Siapa itu tadi?” tanya Naeun saat Soojung sudah duduk dikursi sebelah Naeun. Ia sempat melihat Soojung dengan seorang anak seumuran mereka dikoridor

“Eoh, dia sepupuku. Dia akan sekolah disini juga” Jawab Soojung

“Ah. Begitu” Naeun mengangguk mengerti

Kelas Soojung tidak begitu ribut, karena mereka semua sibuk dengan kegiatan masing-masing. Apalagi mereka semua dari kalangan kelas atas, pergaulan mereka cukup berbeda dan berkelas. Wali kelas mereka memasuki kelas dengan diikuti seorang murid baru yaitu Suzy, saat itu semua siswa fokus kedepan. Soojung melambaikan tangannya kearah Suzy yang berada didepan agar Suzy melihat kearahnya. Suzy tersenyum menyadari bahwa ia akan sekelas dengan Soojung.

“Kalian kedatangan murid baru, dan ayo perkenalkan dirimu” Pinta wali kelas kepada Suzy

“Annyeong haseyo, Namaku Bae Suzy dan aku pindahan dari Gwangju. Mohon bantuannya” Ujar Suzy memperkenalkan diri

“Margamu sama dengan Soojung, apa kalian saudara?” tanya salah satu murid diujung belakang

“Ne” Soojung yang menyahut

“Suzy-ssi kau bisa duduk dibangku kedua paling ujung” Titah wali kelas mereka

Kamsahamnida seongsangnim” Suzy kemudian pergi menuju bangku itu

Bel istirahat terdengar dari speaker yang berada disudut atas kelas tersebut. Guru yang mengajar, keluar dari kelas dan siswa mulai keluar menuju cafetaria untuk makan siang.

“Suzy eonni ayo makan” ajak Soojung berdiri didepan bangku Suzy

“Hm baiklah”

Soojung, Suzy dan Naeun pergi ke cafetaria dan mulai mengantri untuk mengambil nasi. Saat mereka tengah makan tiba-tiba 3 orang senior laki-laki mereka dari kelas 6a Internasional menghampiri meja mereka

“Ini untukmu, mani meogo” ujar salah satu laki-laki itu tersenyum kemudian meletakkan sekotak susu didepan piring Soojung

Gomawo, Chanyeol oppa” balas Soojung dan kemudian Chanyeol pergi dengan kedua temannya

“Wah, Chanyeol sunbae benar-benar mengesankan. Aku iri padamu” Ujar Naeun menopang dagu menatap Soojung. Suzy yang duduk disebelah Soojung hanya menatap susu dihadapan Soojung

“Jadi dia yang memberikan gaun kemarin itu?” Batin Suzy

Selesai makan siang, mereka bertiga memilih pergi ketaman yang berdekatan dengan lapangan basket, disana mereka bisa duduk santai dan memandangi dedaunan yang gugur. Itu sangat indah. Senior laki-laki dari kelas 6 sedang bermain basket dilapangan, pemandangan itu menjadi semakin menarik karena Chanyeol jadi salah satu pemain. Senior mereka terlihat bersemangat, sesekali Chanyeol berhasil memasukkan bola kedalam ring basket karena kelihaian dan badannya yang cukup tinggi untuk seumurannya.

“Chanyeol oppa akan segera lulus dari sekolah ini setahun lagi”gumam Soojung tanpa sadar

***

On 2006

 

Setahun telah berlalu setelah kepindahan Suzy ke Seoul dan tinggal bersama keluarga Soojung. Tidak banyak yang berubah. Ayah dan ibunya selama setahun penuh tidak pernah menghubungi Suzy ataupun membalas surat yang dikirim oleh Suzy. Ia masih sering menangis diam-diam karena merindukan orangtuanya.

“Mereka bohong, mereka tidak menepati janji. Mereka bilang akan mengunjungiku dan akan membalas suratku” Suzy sering mengucapkan itu dalam hatinya jika ia sedang sedih karena rindu dengan orangtuanya

“Tuan ini ada paket” Ujar Yoon ahjumma pelayan dirumah Tn. Bae yang sedang duduk diruang tengah sambil membaca berkas-berkas

“Dari siapa?” tanyanya

“Disini ada suratnya” Ujar Yoon ahjumma sambil menyerahkan surat itu kepada Tn. Bae. Ia sedikit terkejut karena disurat itu tertulis nama si pengirim adalah Bae Yong Joon, saudara tirinya. Ia kemudian membaca surat itu dalam diam

“Itu paket dari orangtua Suzy sebagai hadiah ulang tahun, berikan padanya” ujar Tn. Bae

“Ne, tuan” jawab Yoon ahjumma dan mengantarkan paket besar itu kekamar Suzy-Soojung

Setelah Suzy menerima paket yang ternyata dari kedua orangtuanya, Suzy sangat senang dan membuka paket yang ternyata berisi sebuah gitar berwarna pink dengan pernak-pernik stiker cute. Ia benar-benar, orangtuanya sangat tahu bahwa ia benar-benar suka main gitar dan memberikannya pada ulangtahunnya yang ke-12.

“Kado dari paman dan bibi?” tanya Soojung melihat gitar yang sedang dipegang Suzy

“ehm. Mereka ternyata masih mengingatku” Jawab Suzy tersenyum senang

“Tentu saja. Dan ini kado dariku” Soojung menyodorkan kado berukuran sedang

Suzy membuka kado itu yang berisi sebuah souvenir berbentuk piano terbuat dari kayu yang dilapsisi kaca bening.

Yeppuda, gomawo Soojungie” Sahut Suzy dan kemudian memeluk Soojung

Suzy cukup bahagia dengan ulang tahunnya ke-12 walaupun tanpa kedua orangtuanya kali ini, tidak seperti biasa yang selalu ada perayaan sederhana. Kini dia harus bersyukur dengan kehadiran Soojung yang menjadi penyemangatnya

2 Minggu kemudian

Hari ini tepat 14 hari kemudian adalah ulang tahun Soojung. Keluarga Bae membuat pesta besar untuk perayaan ulang tahun putri mereka. Dengan mengundang teman-teman Soojung. Ditaman yang berada dihalaman rumah mereka yang cukup luas, disana sudah berkumpul teman-teman Soojung terutama Naeun dan Chanyeol, Tn. Bae dan Ny. Bae dan juga kakek Soojung-Suzy Bae Dong Hwan.

“Soojung ayo tiup lilinnya sayang” Titah ibunya setelah mereka selesai menyanyikan lagu ulang tahun

Soojung kemudian meniup lilinnya dan disambut riuh tepuk tangan. Kemudian Soojung memotong kuenya, dan potongan pertama ia berikan pada “Ini untuk Suzy eonni” Soojung memberikan kue itu pada Suzy

“Sangeil chukha cucuku” ujar Bae Dong Hwan kemudian mengelus kepala Soojung dan memberikan sebuah kado besar

Gomawo harabeoji” Soojung memeluk kakeknya

“Saengil chukhae Soojungie” Seorang pria remaja datang dan menyodorkan kado persegi

“Chanyeol oppa gomawo”

Pesta telah berakhir dan Soojung menerima banyak kado dan ucapan. Saat berada dikamar Soojung membuka kado-kadonya

Ah Gwiyeowo” Ujarnya saat membuka kado besar dari kakeknya yang berisi boneka beruang besar

Lalu ia membuka kado dari Chanyeol yang berisi mantel musim dingin berwarna pink. Sekitar 1 bulan lagi musim dingin akan tiba, maka mantel hangat itu akan membuatnya hangat. Ia langsung memakai mantel itu dengan semangat.

eonni, cantik bukan?” tanyanya pada Suzy yang sejak tadi duduk dipinggir ranjang memperhatikannya

“Tentu saja” jawabnya kemudian menyerahkan sebuah kado berukuran kecil

“Ini kado untukku” tanya Soojung

“ne bukalah!”

Soojung membuka kado itu dan isinya adalah souvenir berbentuk gitar yang dilapisi kayu dan kaca bening.

Gomawo eonni, aku suka” ucapnya kemudian memeluk Suzy

***

Musim dingin telah tiba dari awal bulan Desember kemarin, dan saat ini di bulan Februari masih berlangsung musim dingin. Siswa-siswa Sekolah Dasar sibuk mempersiapkan ujian semester mereka. Begitu yang dialami Soojung dan Suzy. Mereka yang sedang duduk dikelas 6 dan sebentar lagi akan tamat dari Sekolah Dasar.

“Soojung-ah gunakan mantel yang lebih tebal, nanti kau sakit” Ibunya memperingatkan dari arah pintu kamar

“Ne eomma” balasnya dari arah kamar

Hari ini mereka akan ujian nasional. Setelah selesai sarapan, Soojung dan Suzy diantar ke sekolah. Sesampainya didepan aula, mereka turun dari mobil dan berjalan melewati koridor. Namun belum setengah perjalanan mereka berhenti karena sesorang memanggil Soojung dari arah belakang. Disana terlihat seorang pria remaja turun dari mobil dan menghampiri mereka

“Kau tau ini sangat dingin!” ucap laki-laki itu setelah tepat didepan Soojung dan membalutkan syal tebal berwarna pink dileher Soojung

Gomawo oppa” Soojung tersenyum ceria

“Kalau begitu masuklah, semangat untuk ujianmu” ujarnya lalu mengelus rambut Soojung

“Kau juga semangatlah Suzy-ah” Chanyeol beralih pada Suzy kemudian tersenyum

N-e” jawab Suzy gugup dan setelah itu Chanyeol berbalik ke mobilnya

Ujian semester telah usai dan semua siswa bisa menghela nafas lega sekarang.

Seminggu kemudian pembagian hasil ujianpun keluar. Siswa-siswa mengerumuni mading tempat hasil ujian ditempelkan. Daftar peringkat dan nilai mereka diurutkan dari peringkat teratas hinggu terbawah. Dan disana sudah ada Soojung yang ikut penasaran dengan nilainya. Hal pertama yang ditangkap matanya adalah peringkat teratas tertulis nama Bae Suzy dengan skor tertinggi, kemudian diurutan kedua adalah namanya, urutan ketiga ada Seolhyun dan seterusnya. Soojung meraskan wajahnya mengeras, karena namanya tidak berada diurutan pertama seperti sebelumnya. Matanya mulai terasa panas dan berair. Iapun keluar dari kerumunan dengan wajah menunduk, saat berjalan pergi ia berpapasan dengan Suzy yang baru datang untuk melihat nilai

“Soojung-ah apa kau sudah melihat nilainya? Bagaimana?” tanyanya dan Soojung hanya terus menunduk mengabaikan Suzy dan berjalan terus menuju kearah toilet

Suzy bingung dengan perubahan sikap Soojung dan pergi menuju mading

eoh, aku berada diurutan pertama?” tanya tidak percaya dan senang karena usahanya tidak sia-sia. Selama di Gwangju dia juga memang cukup pintar namun ia hanya tidak menduga di sekolah Internasional ini dia juga akan dapat peringkat satu.

Di toilet Soojung memilih duduk dan berdiam diri. Ia cukup kecewa dengan nilainya, walaupun dia berada urutan kedua.

Ya! Daebak! Soojung berada diurutan kedua!” Celoteh salah satu siswa diluar toilet depan wastafel

Heol! Ternyata ada juga yang bisa mengalahkan sidingin itu. Dia selalu diurutan pertama didaftar nilai sebelumnya, dan itu membuat mataku sakit” Sambung siswa lain

“Murid baru itu benar-benar beruntung. Saat pertama aku melihatnya, dia memang cukup pintar”

“Tapi mereka bersaudara dan sangat dekat, apa Soojung akan baik-baik saja?” tanya salah satu lagi

Molla, lagi pula itu urusan mereka” jawab salah siswa yang lain menyudahi perbincangan mereka dan keluar dari toilet setelah selesai didepan wastafel.

Soojung yang mendengarkan perbincangan mereka dari dalam toilet merasa matanya mulai berair dan wajahnya mengeras

“Kau terlihat lemah jika menangis didalam sana” sahut seorang siswa yang baru saja masuk ketoilet dan berdiri depan wastafel saat mendengar suara Soojung yang senggugukan

“Kalian sangat dekat dan dia mengambil posisi pertama. Dia baru setahun disini dan dia cukup berani rupanya. Sekarang kau merasakan apa yang kurasakan yang dulu selalu diurutan kedua” lanjut siswi itu

Soojung terdiam mendengar celotehan siswi yang diketahui Soojung dari suaranya adalah Seolhyun. Seolhyun keluar dari toilet dengan wajah sinis.

***

Soojung dan Suzy sudah berada dirumah, dan sejak tadi Soojung mengabaikan Suzy. Perubahan itu membuat Suzy bingung. Di malam harinya Soojung dipanggil keruang kerja ayahnya untuk melihat hasil ujiannya.

Gwaenchana kau sudah berusaha yang terbaik untuk ini. Namun untuk selanjutnya tingkat nilaimu di Sekolah Menengah” Ucap ayahnya setelah melihat hasil ujian Soojung mencoba menenangkannya

“Baiklah, appa” jawab Soojung menunduk sedih

Ayahnya memang peduli dengan nilai Soojung namun ia tidak terlalu menuntutnya. Namun Soojung cukup sedih karena biasanya ayahnya akan memuji dan memanjakan karena nilai tertinggi seperti biasanya

Soojung keluar dari ruang kerja ayahnya dan menuju kamarnya, disana sudah ada Suzy yang sedang duduk di meja belajar menulis sebuah surat. Soojung masih tetap dingin padanya dan langsung naik ke ranjang, menarik selimut hingga menutupi seluruh tubuhnya

“Soojung-ah turunlah eomma ingin bicara sebentar” Panggil ibunya dingin dari arah pintu kamar

Soojung menurut dan pergi keluar dengan wajah datar, ia sudah tahu apa yang akan terjadi

“Kenapa kau bisa berada diurutan kedua?” tanya ibunya datar namun sedikit melembut

Soojung hanya diam menunduk “Sebelumnya kau selalu peringkat 1, apa ini karena kau terlalu banyak bermain dengan Suzy sehingga nilaimu menurun?” tegas ibunya

Eomma…”

“Jangan membantah! Eomma benar-benar kecewa padamu! Diawal sekolah menengah atas nanti kau harus mulai fokus belajar dan berhentilah bermain-main!” tegas ibunya

Ne eomma” jawabnya menunduk

***

Hari ini diadakan acara perpisahan untuk seluruh kelas 6. Siswa-siswi sudah berada disana didampingi orangtua mereka. Setelah acara penyambutan dan pidato selesai seluruh siswa-siswi melakukan sesi bebas yang biasanya diisi dengan berfoto bersama teman-teman ataupun dengan keluarga mereka. Ada yang memberi bunga dan hadiah. Soojung masih mengabaikan Suzy, ia memilih bersenang-senang berdua dengan Naeun. Suzy hanya berdiri disudut sambil memandangi siswa lain yang sedang bersenang-senang untuk perpisahan, ia merasa kesepian dan seandainya orangtuanya datang saat ini. Ia mengeratkan mantelnya. Kedua orangtua Soojung datang dan memberi bunga buket dan berfoto bersama.

“Soojung-ah sepertinya acaranya masih lama, eomma dan appa harus pergi duluan. Nanti supir Kim akan menjemput kalian” Ujar ibunya

Ne eomma appa” jawab Soojung

“Bersenang-senanglah dengan temanmu” ucap mereka lalu pergi dari sana

Setelah itu Chanyeol datang menghampiri Soojung dengan sebuah bunga buket besar dan memberikannya pada Soojung

“Selamat atas kelulusanmu Soojungie! Aku dengar kau peringkat kedua tahun ini. Wah daebak ternyata ada yang bisa mengalahkan sijenius Soojung” Celoteh Chanyeol bercanda

“Oppa!” Soojung cemberut dengan perkataannya

“Haha aku hanya bercanda. Bagiku kau tetap yang terbaik!” senyum Chanyeol sambil mengelus kepala Soojung dan Soojung masih cemberut

Sejak tadi Suzy menyaksikan kedekatan Soojung dan Chanyeol dan ada sedikit rasa iri. Sekarang tidak ada yang lagi yang menemaninya seorangpun. Dengan perasaan sedih ia pergi menjauh dari sana menuju taman. Ia duduk disalah satu bangku taman disana walaupun cuaca sangat dingin. Ia memasukkan tangannya kedalam saku, memandang kelangit yang tidak terlalu cerah dimusim dingin. Pohon-pohon sudah tertutupi salju, jalanan juga. Ia menghela nafas sekali lagi, ia tiba-tiba menangis dan wajahnya memerah, lalu ia menunduk. Ia merindukan Ibu dan Ayahnya.

“Sedang apa diluar sendiri? Ini sangat dingin” Ujar seorang remaja laki-laki

Suzy menoleh dan mendapati Chanyeol sudah berdiri disampingnya, Ia kemudian menghapus matanya buru-buru “Apa..” ucapnya bergetar

Chanyeol kemudian melepas syal cream yang berada dilehernya dan menyodorkannya pada Suzy

“Pakai ini! Disini sangat dingin!” Suzy hanya memandang syal itu gugup

Karena Suzy tak kunjung menerima syal itu dari tangannya Chanyeol langsung melilitkan syal itu keleher Suzy. Suzy cukup kaget dan gugup dengan tindakan tiba-tibanya

“Tidak usah kuatir. Kau sepupu Soojung jadi kau juga temanku!” Ujar Chanyeol seakan mengerti apa yang dirasakan Suzy

“ Selamat untuk kelulusanmu! Dan juga selamat untuk peringkat pertamamu. Ah maaf aku tidak membawa hadiah.” Ucapnya panjang lebar dan sedikit merasa tidak enak

Suzy hanya diam karena ia tidak tahu harus berkata apa sekarang, yang ia rasakan sekarang hanya gugup.

“Ah tunggu sebentar disini!” Chanyeol kemudian pergi dari sana menuju parkir mobil yang kebetulan tidak terlalu jauh dari taman dan setelah beberapa menit ia kembali dengan beberapa tangkai bunga berwarna putih seperti salju

“Ini hadiah untuk kelulusanmu!” Ia menyodorkan bunga yang sedang bermekaran indah itu

Yeppeuda” Ucap Suzy kagum dengan bunga yang sudah digenggamannya

“Benar, namanya bunga Soba Salju Putih. Itu adalah bunga kesukaan ibuku dan besok adalah ulang tahunnya, dan aku pikir tidak apa jika aku membaginya sedikit padamu. Aku mengambilnya dari ladang gandum di Borinara Hagwon Farm.” Jelas Chanyeol panjang lebar

“Apakah disana banyak bunga seperti ini?” tanya Suzy tidak segugup tadi

“Ehm, tentu saja” Jawab Chanyeol dan melihat Suzy sejak tadi memandangi bunga itu sambil tersenyum

“Aku bisa mengajakmu kesana suatu hari nanti, jika kau suka.” ucap Chanyeol dan Suzy memandang kearahnya

“Ah. Aku harus pergi sekarang. Aku ada les hari ini, kalo begitu aku pergi dulu” Chanyeol pergi terburu-buru menuju mobil pribadinya

Suzy memandang kepergian Chanyeol dan kemudian beralih pada bunga Soba ditangannya.

“Benar-benar indah!” Gumamnya tersenyum

***

Selesai perpisahan Soojung pulang kerumahnya dengan dijemput oleh supir pribadinya. Ia meinggalkan Suzy disekolah sehingga Suzy harus pulang kerumah naik angkutan umum. Sekretaris Choi datang untuk memberikan hadiah dari Bae Dong Hwan untuk kelulusan Soojung dan Suzy. Soojung yang tadinya sampai lebih dulu dirumah yang menerima hadiah itu, karena Suzy tidak sedang berada dirumah jadi sekretaris Choi menitipkan hadiah Suzy pada Soojung. Soojung membuka kotak hadiah miliknya dan mendapati sebuah dress selutut berwana cream. Ia kemudian membuka kotak hadiah milik Suzy, didalam ada dress yang sama persis dengan miliknya namun dengan warna pink. Dengan gelap mata ia merusak dress milik Suzy dengan cara mencoret-coret dress itu dengan cat.

“Kau bahkan membuat harabeoji membagi kasih sayangnya padamu!” ucapnya sinis lalu menutup kotak itu kembali

Sesampainya Suzy dirumah ia langsung menuju kamar, disana ada Soojung yang sedang mencoba dress tadi

“Soojung-ah kanapa kau tidak menungguku?” tanya Suzy

“Aku tidak suka menunggu!” jawabnya datar tanpa menoleh

“Itu ada kado dari harabeoji untukmu juga” lanjutnya menunjuk kotak diatas tempat tidur

Suzy kemudian membuka kotak itu dan terkejut melihat gaun itu sudah kotor dengan cat. Soojung hanya menatapnya tidak bersalah

“Apa kau yang melakukan ini?” tanya Suzy memegang gaun itu

“YA! Apa kau sedang menuduhku?” bentak Soojung keras

“Aku tidak menuduhmu, tapi tanganmu juga berbekas cat. Sebenarnya ada apa? Kenapa belakangan ini kau bersikap seperti itu?” Suzy meletakkan gaun itu

“Kau tidak tahu atau berpura-pura tidak tau apa kesalahanmu?” Soojung tersenyum sinis dan melipat tangannya didada

“Aku tidak tahu, dan beritahu aku agar aku tahu apa yang membuatmu marah padaku?”

“Kau benar-benar bodoh! Kau seharusnya tahu posisimu disini. Kau ingin merebut semua yang kumiliki!” Soojung mulai mengeraskan suaranya

“Aku tidak mengerti apa maksudmu! Aku tidak perrnah melakukan itu!” Suzy berusaha meyakinkan

“Pengemis sepertimu tidak pantas untuk mendapatkan peringkat satu disekolah!” Soojung mulai bersikap frontal dengan mendorong bahu Suzy

“Apa kau bilang?” wajah Suzy mulai mengeras dengan tindakan Soojung

“Pengemis!” Ulang Soojung dengan nada semakin meninggi dan sinis, ia kemudian semakin mendorong Suzy hingga ia jatuh kelantai.

Suzy bangkit dan balas mendorong Soojung, tidak terima dengan perlawanan Suzy, Soojung kemudian menarik rambut Suzy. Suzy yang meringis kesakitan balas menarik rambut Soojung. Mereka sama-sama meringis dan mengumpat satu sama lain, pertengkaran itu menimbulkan suara gaduh dari arah kamar mereka.

“Apa yang kalian lakukan?” teriakan Ibu Soojung membuat mereka berdua berhenti. Mereka bangkit dengan rambut dan pakaian yang sudah acak-acakan.

“Kenapa kalian bertengkar? Jelaskan padaku!” tanya ibunya dingin

Eomma, Suzy eonni menuduhku merusak gaunnya! Dan dia juga menyerangku lebih dulu” adu Soojung

“Ti-tidak bibi. Aku tidak menuduhnya. Dia memang melakukan itu pada gaunku. Dan bukan aku yang lebih dulu menyerang Sooju…“ plak

Sebuah tamparan yang cukup kuat mengenai pipi mulus Suzy hingga ia jatuh kelantai. Suzy memegangi pipinya yang panas dan memerah

Eomma…” Soojung juga sangat kaget dengan tindakan ibunya pada Suzy

“Itu hukuman bagi orang yang membuat masalah dirumah ini” Tegasnya

~To be continued~

 

Note:

Hai! Chapter 2 is coming! Sebelumnya aku minta maaf karena aku posting H+2 dari jadwal seharusnya, padahal aku udah janji bakal update tiap weekend tapi karena kemarin aku lagi sibuk banget jadinya belum sempat update. Belum lagi ide aku nyendat-nyendat terus L Dan sebagai permintaan maafku, aku buat di part ini panjangggg banget (menurut aku hehe)

 

Aku juga post fanfiction ini di wattpad pribadiku di : @Agasshiel

Kalian juga bisa kunjungi nice view taken by me di IG : @Agasshiel

 

Jangan lupa setelah read kasih aku feedback C+L ya! J itu sangat membantu loh. Aku jadi semangat buat lanjut. Kalo semakin banyak feedbacknya maka aku juga jadi cepat updatenya.

Okedeh, sekian cuapcuapnya, welcome to imagination!

The last Selamat Hari Raya Nyepi! 🙂

Advertisements