Tags

, ,

HBGC_20170417004106_mh1492364866205

DAY BY DAY CHAPTER 4

Title : Day By Day | Author : Agasshiel | Genre : Sad, Family, Marriage-life,Mellow-Drama | Rating : PG-17 | Main Cast : Bae Suzy, Park Chanyeol, Jung Soojung | Other Cast : Find by yourself!

∞∞∞

“Jangan hidup dalam keputusasaan, jangan menyalahkan orang lain. Berhentilah membuat alasan. Kamu akan menang selama kamu tidak menyerah.”

 

~Story Begin~

[Musim panas, 2007]

Suzy memainkan gitar kesayangannya sambil duduk-duduk dibalkon kamarnya yang menampilkan pemandangan kolam renang. Setidaknya semenjak ia pindah ke kamar sebelah ia bisa bermain gitar sesukanya tanpa mengganggu Soojung.

Musim panas memang sudah tiba sejak awal Juni hingga saat ini di pertengahan Juli, dan itu berarti libur panjang musim panas masih berlangsung. Cuaca cukup panas di kota Seoul. Seperti biasa Suzy hanya akan menghabiskan liburannya di rumah dan pergi kebeberapa tempat seperti toko buku, bioskop, toko musik, dan toko-toko aksesoris sekedar jalan-jalan sendiri untuk menghabiskan waktu liburannya. Berbeda halnya dengan Soojung yang menghabiskan waktu liburannya dengan melakukan trip atau jalan-jalan bersama teman-temannya ke pantai dan lainnya.

Suzy memutuskan untuk pergi kebeberapa toko hari ini untuk membeli barang yang ia butuhkan setelah ijin dengan bibinya, tentu saja setelah menyelesaikan tugasnya dirumah. Ia memakai rok jeans mini yang ia padukan dengan kaos garis-garis perpaduan warna putih dan hitam, tidak lupa dengan cardigan pink yang menambah kesan feminin gadis remaja itu. Dan, dengan memakai sepatu keds putih. Karena ini adalah musim panas, maka itulah perpaduan pakaian yang cocok untuk saat ini.

Suzy berjalan menulusuri jalanan di depan pertokoan kota Seoul, sesekali ia melirik ke beberapa toko untuk melihat jenis barang apa yang mereka pajang. Setelah menemukan toko yang ia cari yaitu toko musik, ia langsung memasuki toko itu dengan riang.

Khamsahamnida, Ahjussi” ujar Suzy setelah memberi beberapa lembar uang dan menerima barang yang ia beli dari petugas kasir toko itu

Suzy keluar dari toko itu dan melangkahkan kakiknya kembali untuk melihat toko-toko lain, dan toko buku sepertinya akan menarik pikirnya. Namun, ditengah perjalanannya tiba-tiba rintik hujan turun membuat beberapa orang yang sedang berlalu lalang di jalanan berlarian untuk mencari tempat teduh, sama halnya dengan yang Suzy lakukan sekarang.

“Astaga, aku lupa bawa payung” keluhnya setelah berteduh didepan sebuah toko aksesoris

Ya, hujan akan turun tidak menentu di musim panas ini, maka dari itu seharusnya ia selalu siap membawa payung kemanpun ia akan pergi.

Hujan masih setia mengguyur dan Suzy mulai kebosanan menunggu hujan reda. Ia mengetuk-ngetukkan sepatunya untuk menghilangkan bosan serta mempoutkan bibirnya dan sesekali menjulurkan telapak tangannya untuk menampung tetesan air hujan.

Beberapa saat kemudian seseorang keluar dari toko aksesoris tersebut dengan menenteng sebuah handbag kecil. Orang tersebut mengerutkan keningnya melihat hujan sangat deras di luar toko.

“Aku lupa bawa payung” gumamnya menghela nafas panjang, setelah itu dia memperhatikan sekeliling depan toko dan menemukan seorang remaja perempuan yang sedang menunduk menatap sepatunya tanpa minat, tidak menyadari kehadirannya disana. Ia memicingkan matanya dan menghampiri gadis itu

“Suzy?” tegurnya memperhatikan orang tersebut seksama

Suzy mendongakkan kepala kearah sumber suara yang menyebut namanya “eoh,” kagetnya mendapati Chanyeol berdiri disampingnya

“Terjebak hujan juga?” tebak Chanyeol tersenyum

eo-eoh” angguk Suzy canggung

Chanyeol terkekeh “Kau tidak akan berubah jadi putri duyungkan jika kita terobos hujannya sedikit?”

Ne?” tanya Suzy bingung

“Sebaiknya kita pindah tempat untuk berteduh, sepertinya hujannya akan lama dan disini tidak ada kursi untuk duduk ”

“Kemana?” tanya Suzy lagi masih tidak mengerti

“Ice cream cafe” balas Chanyeol

Chanyeol kemudian membuka jasnya dan memayungkannya diantara kepalanya dan Suzy. Merekapun berlari pelan beriringan di bawah hujan menuju sebuah kafe yang tidak terlalu jauh dari tempat tadi.

Untuk orang yang sedang berjalan di tengah hujan, dia lebih membutuhkan seseorang berada di sampingnya di bandingkan payung –Suzy-

Disinilah mereka sekarang, di sebuah Ice cream cafe dan berdiri di depan meja pemesanan

“Pilihlah sesukamu, aku yang traktir” ujar Chanyeol tersenyum

Ne” balasnya balik tersenyum “aku ingin vanila dan cookies” ujar Suzy sambil menunjuk box ice cream dihadapanya

“Dan aku ingin rasa black choco dan almond” tambah Chanyeol kepada petugas kafe

“Baik”jawab petugas kafe dan mulai membuat pesanan mereka

“Ice cream disaat hujan turun, rasanya benar-benar luar biasa!” seru Chanyeol saat mereka sudah duduk berhadapan di salah satu meja di kafe tersebut

Suzy hanya terkekeh pelan dan mengangguk setuju

“Ngomong-ngomong, habis beli apa itu?” tanya Chanyeol melihat sebuah handbag disamping Suzy

“Ah, aku habis beli senar gitar” jawabnya

“Senar gitar? Kau bisa bermain gitar?” tanya Chanyeol antusias

Suzy mengangguk “Eoh, Appa mengajariku”

Jinjja? Aku juga suka gitar”

Mereka berdua terlihat sangat antusias membahas tentang gitar dan hal lainnya

***

Suzy baru saja sampai di rumah sore itu, setelah hujan reda Chanyeol langsung mengantar Suzy. Suzy mungkin mengalami hal-hal yang sulit selama ini, tapi setidaknya ada alasan dan hal lain yang membuatnya tetap mengalami hal yang baik. Musim dari musim ia lewati dengan sedikit celah kebahagiaan.

Suzy duduk di meja belajarnya dan menatap aksesoris dream cather berwarna ungu yang berada di telapak tangannya

“Apa ini?” Suzy menerima benda berbentuk bulat dengan berbagai hiasan berwarna ungu itu dengan bingung

“Molla, mungkin jimat keberuntungan. Mereka bilang itu penangkap mimpi atau hal klasik semacam sesuatu yang baik. Tadi saat di toko aksesoris aku tertarik dan aku membelinya” ujar Chanyeol

Suzy menatap dan mengelus benda itu dengan jari-jarinya “Lalu, kenapa diberikan untukku?” Suzy bertanya ragu

Chanyeol tertawa pelan sebelum menjawab “Hm, entahlah. Aku merasa seperti benda itu sangat mirip denganmu.”

Suzy teringat kembali percakapannya dengan Chanyeol siang tadi saat mereka di cafe ice cream. Ia kemudian memasukkan benda itu kedalam kotak kesayangannya.

Libur musim panas berakhir, siswa-siswi kembali ke aktifitas sekolah seperti biasa. Suzy masih melalui hal seperti biasa di sekolah dan ia sudah mulai terbiasa dengan itu. Pelajaran bahasa Inggris sedang berlangsung, ini menjadi pelajaran yang membosankan bagi beberapa murid, itu bisa terlihat dari mereka ada yang memilih mengabaikan guru mereka dengan berbagai kegiatan. Namun tidak dengan Suzy.

***

[Musim gugur, 2007]

Sekolah mereka akan merayakan acara ulang tahun yang ke 20 tahun dan akan diadakan drama musikal dan berbagai pertunjukan. Akan diadakan audisi untuk pemilihan pemain-pemainnya, mengingat ini merupakan event tahunan berkelas atas. Sangat banyak hal yang harus di pertimbangkan untuk memilih pemainnya yaitu kemampuan berbahasa inggris, menyanyi, menari, dan berakting. Perayaan ulang tahun sekolah ini juga akan disiarkan ke salah satu TV swasta, dimana inti dari acara itu adalah drama musikal.

Seluruh murid tampak antusias dengan ini, mereka berbondong-bondong untuk mendaftarkan diri tidak terkecuali Soojung dan Suzy. Ada tujuan lain bagi Suzy untuk mengikuti audisi itu, dirinya ingin orang tuanya melihatnya berada di TV. Apakah mereka masih mengingatnya

Sepulang sekolah Suzy langsung mendaratkan dirinya diatas ranjang miliknya. Ini benar-benar hari yang melelahkan baginya. Soojung membuka kamar Suzy dan menghampirinya “Kau akan ikut audisi itu juga?” tanyanya sarkatis sambil bersedekap

Eoh” jawab Suzy tanpa minat

“Hei! Jangan bermimpi, kau pikir kau akan mendapatkan peran itu?” Ia berkata pelan namun tajam dan tertawa meremehkan

“Setidaknya aku akan mencoba” gumamnya

Soojung kemudian berdecak “Lakukan sesukamu” sahutnya geleng-geleng lalu pergi dari kamar Suzy

Hari dimana audisi akan dilakukan akhirnya tiba dan semua murid sudah bersiap-siap di depan ruangan ballroom sekolah tersebut. Suzy sudah siap dengan kotak gitar yang ia gendong di punggungnya, sementara Soojung sudah siap dengan pakaian baletnya.

“Peserta nomor 102” panggil panitia

“Saya” sahut Soojung kearah orang itu dan berjalan menuju pintu ruangan tersebut. Ia berdiri di pusat panggung dengan menjinjitkan kakinya untuk memulai pertunjukannya dengan menarikan tarian balet dengan di iringi musik klasik, tubuhnya benar-benar luntur dengan gerakan-gerakan yang luar biasa untuk anak seumuran dirinya. Ia menyelesaikan gerakannya dengan sempurna dan semua bertepuk tangan meriah

“Daebak! Kalau seperti itu aku sudah yakin dia yang akan mendapatkan peran utama” sahut salah satu siswa geleng-geleng tak percaya yang duduk dibangku penonton

“Dia benar-benar berbakat dalam hal membuat orang tercengang” decak siswa lainnya

“Apa yang tidak bisa dilakukannya?” balas lainnya

“Peserta nomor 103” panggil panitia lagi

Ne, saya” sahut Suzy dan kemudian berjalan dengan memeluk gitarnya kearah panggung

Wajahnya cukup kaku dan tegang, tentu saja hal ini normal bagi seseorang jika berada ditempatnya sekarang. Ia menatap orang-orang yang berada di hadapannya mencoba mencari keberanian dan percaya diri. Ia kemudian mengambil posisi duduk dengan memangku gitarnya di kursi yang sebelumnya sudah disediakan

“Silahkan” ujar salah satu juri

Ne, khamsahamnida” balasnya

Ia lalu mulai memetik gitarnya perlahan, matanya melirik lagi kearah juri dan penonton. Melihat penonton dan juri yang memperhatikannya menampilkan berbagai ekspresi membuatnya gugup dan seketika percaya dirinya menurun. Ia menghentikan petikannnya sejenak dan membuat bingung orang-orang disana

Sekali lagi ia melirik kearah penonton, dan saat itu pula matanya menangkap Chanyeol sedang duduk di bangku penonton bersama Soojung. Chanyeol terlihat tertawa dan mengelus kepala Soojung, tidak memperhatikan kearah dirinya yang sedang di panggung. Ia bisa menyimpulkan bahwa Chanyeol sedang berkata pada Soojung bahwa penampilan Soojung tadi sangat bagus. Melihat pemandangan itu membuatnya semakin bersemangat untuk memberikan yang terbaik di penampilannya ini. Seorang Bae Suzy ternyata bisa bersikap optimis juga

“Ayo Suzy kau pasti bisa” batinnya menyemangati diri sendiri untuk memberi dorongan itu

Ia menghela nafas panjang dan menutup matanya sejenak kemudian memberanikan diri untuk memetik kembali gitarnya dan memilih untuk tidak menatap orang-orang disana lagi.

Here we are, far from home..

Ia bernyanyi namun masih terdengar sedikit kegugupan di suaranya, terdengar serak diawal lirik. Ia menghela nafas panjang sebelum melanjutkan

A little bit hungry and a little bit alone

But it’s alright, yeah it’s alright

Cause in this room their might be friends

Can’t see yet, how the story ends

But it’s alright, yeah it’s alright

We can start a new…

Can’t go back so we gotta go on

We will stick together staying strong

There’s the diamond castle in my mind

And someday soon

We’re gonna find it

Somehow things are looking up

Feeling light we’ve changed our luck

I can see life, in a new light

Can’t stay long passing trough

Don’t know where we going to

But it’s alright cause we just might

Find the way, that’s true

….

There’s diamond castle in my mind

We’re gonna find the perfect place for us to be

Someday soon…

Suzy menyelesaikan nyanyiannya bersamaan jarinya berhenti memetik gitar tersebut. Para Juri terlihat manggut-manggut, dan di iringi tepuk tangan dari penonton. Suzy melirik kearah penonton mencari sosok Chanyeol tadi namun dia sudah tidak disana lagi, perasaan kecewa menyelimutinya terlihat dari wajahnya yang sendu

“Aku berani bertaruh dia akan menjadi saingan berat Soojung untuk peran utama” murid yang tadi kembali berujar pada temannya

“Persaingan sengit dua bersaudara” decak siswa disebelahnya

Audisi ditutup pertanda audisi telah selesai, pengumuman akan dilakukan 3 hari kemudian.

3 hari kemudian…

Pemberitahuan para peserta yang lulus audisi telah diumumkan melalui surat keputusan yang telah ditempelkan di papan pengumuman. Nama pemain dan peran yang mereka dapatkan . Suzy ikut meramaikan papan pengumuman itu, dia melihat di urutan paling atas terdapat namanya yang mendapat peran utama sebagai pemeran protagonis. Perasaan senang melingkupi hatinya saat itu juga, ia akan tampil di TV dan ada kemungkinan orang tuanya akan melihatnya. Ia lalu pergi dari tempat itu. Soojung yang baru saja datang ketempat itu ikut bergabung untuk melihat, melihat namanya berada di urutan kedua dengan peran sebagai antagonis.

Bukan. Bukan itu yang dia inginkan. Hal itu terjadi lagi, ia merasa seperti diinjak-injak saat itu juga. Semua harapan dan impiannya harus tergeser lagi. Soojung pergi dari tempat itu berlari menuju taman. Sesampainya di taman yang sepi itu, ia duduk menunduk dan terisak.

Uljima, dasar cengeng!” seseorang berdiri disampingnya dan mengatainya

Soojung mendongak dan buru-buru menghapus air matanya “Oppa” panggilnya serak

Chanyeol kemudian duduk disampingnya “Heol! Bahkan sampai sekarang seorang Soojung bisa menangis?” ejek Chanyeol berusaha melucu

“Aku tidak menangis! Aku sedih ataupun merasa kalah, hanya saja angin musim gugur membuat mataku berair!” sahutnya panjang lebar dengan cepat dan melotot tak terima dan anehnya membuat Chanyeol merasa itu sangat lucu

Chanyeol terkekeh “Daebak! Dia kembali kembali ke wujud aslinya”

“Oppa!”

Mwo?”

“Aku sedang tidak dalam mood yang baik untuk bercanda!”

“Oppa tidak sedang berusaha melucu, Soojungie” balas Chanyeol polos

“Menjadi nomor 2 bukanlah hal yang buruk, kau tahu. Saat menjadi nomor 1 ada kalanya kau akan sangat kesepian” Chanyeol berkata serius

“Benar, tapi tetap saja aku suka dengan hal itu, aku terbiasa dengan untuk itu” ia berhenti sejenak “maka dari itu aku tidak rela jika ada orang yang mengambilnya. Aku benci padanya!” lanjutnya dengan keras

“Aku mengerti perasaanmu. Tapi tidak baik untuk membenci orang lain, terlebih lagi dia kakakmu. Itu hanya akan membuat dirimu sendiri tidak nyaman. Apapun itu, kau tetap menjadi nomor 1 untukku. Aku akan selalu ada untukmu dan itu tidak akan berubah. Aku juga ingin kau tetap seperti yang dulu, Soojung-ah

Soojung terdiam dan menatap Chanyeol sendu “Ne, oppa. Gomawoyo”

***

Latihan drama musikal dilakukan secara rutin setelah pemilihan para pemain. Suzy berusaha melakukan yang terbaik untuk ini, walaupun ada banyak tantangan yang harus ia lakukan dimana akan banyak interaksi antara dirinya dengan Soojung. Soojung beberapa kali mencoba menyulitkannya. Baik dalam kehidupan nyata maupun drama musikal ini kenapa Soojung adalah peran yang menjadi tokoh yang selalu menyulitkannya?

Sebulan penuh latihan dilakukan, dan hari ini tepat acara drama musikal akan ditampilkan. Semua sudah dipersiapkan secara matang. Para undangan yaitu orang tua dari murid dan penonton sudah hadir di ruangan untuk menyaksikan berbagai pertunjukan.

Termasuk ibu dan ayah Soojung, namun tidak dengan Chanyeol. Hari ini keluarga Chanyeol mengadakan upacara kematian kakek Chanyeol, jadi ia tidak bisa hadir untuk sekedar memberi semangat. Namun, Chanyeol tidak lupa untuk mengirimkan karangan bunga untuk Soojung dan Suzy.

Pertunjukan di buka oleh seluruh pemain di atas penggung dengan menyanyikan lagu pembukaan, lalu memulai drama musikal yang diselingi berbagai pertunjukan. Seluruh pemeran melakukan perannya dengan sangat baik, terbukti dengan para penonton terbawa emosi seperti tertawa, sedih, senang. Tiba saatnya melakukan penutupan pertunjukan, seluruh pemain berada diatas panggung untuk memberi salam terima kasih.

“Untuk penampilan terakhir akan dibawakan oleh pemeran utama dan diiringi seluruh pemain” sang pembawa acara berkata dan memberi aba-aba

Suzy bersiap untuk menyanyikan lagu yang sudah disiapkan untuk penampilan terakhir seperti yang sudah disusun dalam urutan acara. Suzy mengambil gitarnya dan mengambil posisi duduk di kursi yang sudah disediakan. Ia mulai memetik gitarnya namun belum beberapa detik ia memetik gitarnya, salah satu senar gitarnya putus dan membuat ia kaget. Ia terdiam dan wajahnya merah kepercayaan dirinya hilang, masalah seperti inilah yang membuatnya selalu cemas dan gugup. Suasana terasa menegangkan, Suzy menatap gugup gitarnya dan beralih menatap penonton yang terlihat bingung. Sisi lain, Soojung yang juga berada diatas panggung tersenyum sinis melihat Suzy yang hanya mematung gugup disana “Dasar payah!” gumamnya

Suzy berusaha untuk tetap fokus dan mencoba menyanyi walaupun suara dan wajahnya bergetar

Nan, nan kkumi isseotjyo beoryeojigo jjitgyeo namnuhayeodo…

Baru satu bait Suzy bernyanyi, Ia terdiam lagi dengan keringat dingin dan matanya memerah

“Eomma, appa. aku takut. Bagaimana jika aku tidak bernyanyi dengan baik besok diatas panggung?” Suzy yang sedang duduk diantara ayah ibunya di hadapan piano bertanya cemas

“Kau adalah penyanyi terbaik, kenapa harus khawatir?” jawab ibu mengelus kepala Suzy

“Aku selalu cemas dan gugup jika melakukannya dengan tidak baik” keluh Suzy menatap ayah ibunya sendu

Ayahnya tersenyum menenangkan dan kemudian mulai menekan tuts piano, terdengar musik ceria dari piano tersebut. Suzy yang tahu lagu dari musik tersebut otomatis ikut bernyanyi. Lagu ceria yang sering dia nyanyikan bersama orang tuanya.

Ayahnya menyelesaikan musiknya “Saat kau gugup dan cemas diatas panggung, anggap bahwa tidak ada siapapun disana yang menontonmu. Hanya ada eomma dan appa yang menontonmu di barisan paling depan. Bersenandung sebentar dengan lagu ceria ini” ujar ayahnya lalu memeluk Suzy

Suzy mengingat kembali kenangan sewaktu bersama orang tuanya saat ia akan mengikuti kontes anak menyanyi di Gwangju. Ia menutup mata sebentar yang membuat tetesan air mata keluar, ia melihat kembali kearah penonton dan di bayangannya sekarang hanya ada ayah dan ibunya yang duduk dibangku paling depan penonton.

Gom se mariga hanjibeisseo

Appagom eommagom aegigom

Appagomeun ttungttunghae

Eommagomeun nalshinhae

Aegigomeun neomugwiyeowo

Hijjukhijjuk jalhanda

Ia menyanyikan lagu yang berjudul 3 Anak Domba itu dengan suara bergetar, air matanya terus mengalir. Lagu yang dulu menjadi lagu masa kecilnya. Lagu ceria yang kini entah kenapa berubah menjadi lagu sedih baginya.

eomma…appa” Suaranya bergetar melihat kearah bayangan kedua orang tuanya yang sedang duduk tersenyum di bangku penonton

Bogoshipeo…Kenapa kalian baru datang? Kalian bahkan tidak pernah membalas suratku. Ini sangat sulit. Apa kalian tidak merindukanku? Kalian bohong. Hari ini orangtua teman-teman sekolahku datang dengan membawa bunga, tapi aku tidak. Kalian tidak disampingku. Aku benci! Hanya kalian yang kupunya, kenapa kalian selalu berusaha untuk tidak melihatku. Aku ingin seperti dulu lagi. Appa selalu mengajariku main gitar dan mengantarkanku ke sekolah dan eomma akan selalu mengingatkan untuk membawa payung saat musim panas. Aku janji tidak akan menyusahkan kalian asalkan aku tetap bersama kalian. Eomma appa…” Suzy menangis sengugukan diatas panggung, suaranya tercekat karena kehabisan nafas saat berkata. Ia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya

Semua penonton terdiam menyaksikan Suzy yang berkata dengan bergetar dan menangis senggugukan, berbagai ekspresi mereka tunjukan melihat keadaan Suzy. Kasihan, prihatin, dan lainnya.

***

Gwanju, South Korea.

Sementara di daerah Gwangju tempat kedua orang tua Suzy berada yang juga sedang melihat acara itu disiarkan. Ibu Suzy menangis menyaksikan itu dan ayahnya memeluk istrinya.

“Mianhae Suzy-ah. Kami juga merindukanmu. Bukan ini yang kami inginkan.” Ibunya terus menangis sementara ayahnya hanya bisa menatap arah lain dengan pandangan sendu

Selama ini alasan mereka untuk tidak melihat Suzy ke Seoul adalah kakek Suzy. Mereka berfikir itu yang terbaik bagi masa depan Suzy. Mereka tidak ingin terjadi sesuatu yang hanya membuat Suzy di posisi yang tidak baik. Kakeknya sudah sepenuhnya bertanggung jawab atas hidup Suzy, dan mereka berpikir bahwa Suzy akan hidup dengan layak disana sehingga ia bisa mencapai cita-citanya. Mereka juga tahu bahwa ancaman dari kakek Suzy tidak pernah main-main. Ia adalah orang yang keras dan tegas.

“Aku ingin Suzy kembali, dia putriku. Ibu mana yang akan rela harus berpisah dengan anaknya?” racau istrinya menangis

“Kumohon, tenanglah. Kita tidak boleh membuat keputusan terburu-buru seperti ini” ujar suaminya berusaha menenangkan

“Kenapa tidak? Aku bisa melihat dari wajah putriku bahwa ia sedang tidak baik-baik saja. Kau pasti juga bisa merasakannya. Suzy bilang ia mengirim surat, tapi kita tidak pernah menerima suratnya!” bentak istrinya tidak sabar

“Kumohon tenanglah” Suaminya terus berusaha menenangkan

“Aku bahkan bisa melihat dari mata sendunya, dia bukan Suzy kita yang biasanya ceria” tangis istrinya pecah seketika

“Aku tahu, dan aku bisa merasakannya. Besok kita akan ke Seoul untuk menjemput Suzy. Akan kulakukan apapun demi berbicara pada abeoji” putus suaminya

Seperti yang telah diputuskan, mereka pergi ke Seoul untuk menemui Bae Dong Hwan. Tapi, sebelum menemui Bae Dong Hwan, Yong Joon memutuskan untuk pergi mengunjungi makam ibunya, yaitu nenek Suzy yang berada di pemakaman umum Seoul.

Dengan menggenggam sebuket bunga anggrek berwarna-warni, Yong Joon dan istrinya berjalan menuju makam ibunya. Sesampainya disana, makam itu terlihat sangat terawat dan indah. Pohon rindang dan bunga-bunga tumbuh disekitar makam itu, mengingat makam ini merupakan pemakaman khusus bagi keluarga berada. Yong Joon kemudian meletakkan buket bunga anggrek itu tepat di dekat nisan yang bertuliskan nama Kim Hae Sook.

Eommoni, aku dan istriku disini. Bagaimana kabarmu?” Yong Joon berujar sambil menatap nisan itu, sebulir air mata jatuh dan ia terdiam cukup lama sebelum melanjutkan ucapannya

“Maafkan aku, sudah lama aku tidak mengunjungimu. Kau pasti sangat kesepian” Yong Joon berujar lagi dan kini suaranya lebih bergetar

Istrinya yang sejak tadi diam dan menunduk, merangkul suaminya setidaknya itu yang bisa dilakukan seorang istri untuk memberi kekuatan pada suaminya. Yong Joon menangis dalam diam dan menunduk kala meningat kembali sekelibat semua kenangan dan kisah semasa hidup Kim Hae Sook ibunya dan dirinya.

Yong Joon mungkin tidak ingat bagaimana kisahnya secara rinci, mengapa Bae Dong Hwan -ayahnya- menikah lagi. Dari deskripsi yang ia simpulkan bahwa, ayahnya menikah lagi tepat saat dirinya lahir. Kisah awalnya adalah Bae Dong Hwan sebenarnya menikahi Kim Hae Sook –nenek Suzy- bukan berdasarkan cinta melainkan karena sebuah perjodohan kelas atas yang konyol antara keluarga kedua belah pihak. Bae Dong Hwan yang saat itu terpaksa menuruti perintah ayahnya untuk melakukan perjodohan dengan Kim Hae Sook, ternyata sudah memiliki kekasih yaitu Lee Hyo Chun -nenek Soojung- yang berasal dari keluarga sederhana.

Walaupun Bae Dong Hwan sudah menikah dengan Kim Hae Sook, ia masih terus berhubungan dengan Lee Hyo Chun. Ya bisa dikatakan Bae Dong Hwan berselingkuh, tentu saja Kim Hae Sook mengetahui itu semua secara terang-terangan. Kim Hae Sook tidak pernah berusaha untuk melarang atau mengganggu kisah cinta suaminya dengan orang yang dia cintai. Hanya diam dan mencoba sabar memohon kekuatan yang ia lakukan, berusaha untuk tetap tidak peduli dan cuek di depan semua orang. Karena hanya itu yang bisa kau lakukan jika terlanjur mencintai seseorang yang bahkan tidak mencintaimu. Kim Hae Sook tidak ingin menjadi orang yang egois memaksa suaminya untuk mencintainya, karena jika dia memaksa maka itu bukan cinta melainkan obsesi.

Selama setahun lamanya Bae Dong Hwan dengan Kim Hae Sook –nenek Suzy- sudah menikah, selama itu jugalah Bae Dong Hwan berhubungan diam-diam dengan Lee Hyo Chun –nenek Soojung-. Saat itu Kim Hae Sook sudah mengandung Yong Joon –ayah Suzy-. Mulai dari masa kehamilan dan menjelang kelahirannya, Bae Dong Hwan tidak pernah berada disisi Kim Hae Sook untuk sekedar menanyai kabar calon anaknya. Kim Hae Sook sudah terbiasa dengan hal itu, ia tidak perlu untuk menangis darah untuk mengemis cinta. Sehari setelah kelahiran Yong Joon, Bae Dong Hwan menghampiri Kim Hae Sook untuk memberitahu bahwa ia akan segera menikahi Lee Hyo Chun.

Bagi Kim Hae Sook, bahkan rasa sakit semalam saat berjuang melahirkan Yong Joon tidak ada apa-apanya dibandingkan rasa sakit dari keputusan yang telah dibuat suaminya saat itu. Ia tahu, cepat atau lambat itu akan terjadi juga. Tapi kenapa rasanya masih menyakitkan saat menerima kenyataan itu tepat pada saat ia akan menjadi ibu. Setahun kemudian, Sang Woo –ayah Soojung- lahir dari pernikahan Bae Dong Hwan dengan Lee Hyo Chun.

Itulah sepenggal kisah yang selalu diingat oleh Yong Joon tentang perjalanan hidup Kim Hae Sook ibunya selama ini. Tentu saja kisah itu bukan berdasarkan pemikiran yang ia buat-buat sendiri, melainkan berdasarkan buku-buku harian yang ditulis oleh Kim Hae Sook semasa hidupnya. Saat Yong Joon masih berumur 20 tahun Kim Hae Sook meninggal, tepat saat itu Yong Joon menemukan buku-buku harian itu di kotak rahasia milik ibunya yang sengaja dititipkan ibunya untuk disimpan oleh Yong Joon.

Yong Joon membaca semua buku-buku harian yang ditulis secara berurut berdasarkan tahun. Ia merasakan kesedihan yang dialami ibunya semasa hidupnya. Ia tahu bahwa selama ini ibunya hanya berusaha menjadi ibu yang kuat untuknya, namun ia tahu bahwa ibunya sangat menderita dan kesepian.

***

Setelah berkunjung dari makam ibunya, Yong Joon dan istrinya pergi menuju rumah Bae Dong Hwan. Setelah sesampainya disana, Yong Joon bisa melihat wajah kebingungan Bae Dong Hwan akan kedatangan mereka disana.

“Bagaimana kabar ayah?” tanya Yong Joon saat mereka sudah berada diruang tamu

Bae Dong Hwan berdehem “Seperti yang kau lihat, ayah sudah semakin tua” jawab Bae Dong Hwan

“Ayah mertua, Suzy dimana?” Ibu Suzy bertanya langsung karena sejak tadi dia tidak melihat Suzy

“Dia tinggal bersama keluarga adik ipar kalian, Sang Woo” Bae Dong Hwan berujar tenang

“Kami ingin Suzy kembali tinggal bersama kami, kami tidak akan bisa tinggal berpisah dengan Suzy lebih lama lagi” jelas Yong Joon menatap lekat ayahnya

“Apa kau sudah lupa dengan yang kukatakan dulu?” bentak Bae Dong Hwan

“Tapi bagaimana pun juga Suzy adalah putri kami. Bagaimana bisa kami hidup tenang sementara kami tidak tahu apa yang dia alami selama ini. Dan aku yakin ayah pasti melihat Suzy menangis di TV kemarin” Yong Joon berkata panjang lebar, nafasnya naik turun menahan amarah

“Kau tidak perlu khawatir, aku bisa mengatasi masalah yang sedang di alami Suzy. Kau tau dia masih kecil dan itu wajar jika dia merindukan kalian”

Ani! Ayah tidak akan bisa mengatasinya! Kami yang tahu apa yang dirasakan Suzy. Kumohon jangan menyulitkan Suzy seperti yang ayah lakukan padaku dan ibu” Yong Joon terbawa emosi

“Jaga ucapanmu!” bentak Bae Dong Hwan lebih keras

“Dulu setiap malam aku harus membelikan ibu obat sakit kepala setelah menangis sepanjang hari, kadang ia harus meminum obat tidur agar bisa tidur. Terkadang ibu juga berpura-pura bersikap kasar padaku agar aku tidak tahu bahwa dia sedang tidak baik-baik saja. Aku tidak pernah merasakan ayah menjadi ayahku. Ayah hanya menyuruh apa yang harus kulakukan tanpa bertanya apa yang sebenarnya ingin kulakukan. Aku tidak masalah jika ayah dulu selalu memperlakukanku berbeda dari Sang Woo. Tapi kini aku mohon pada ayah, setidaknya jangan lakukan itu pada Suzy”

“Cukup!” Bae Dong Hwan kehabisan kesabaran, wajahnya mengeras

Eomma appa!” seru Suzy tiba-tiba yang entah sejak kapan datang bersama Soojung dan kedua orang tuanya

“Suzy!” Yong Joon dan istrinya berseru kaget melihat Suzy sudah disana

***

“Suzy-ah sekarang kita akan tetap bersama selamanya, jangan khawatir. Kami tidak akan pernah membiarkanmu menangis lagi, eoh?” Ia memeluk Suzy erat

Aigoo, putri ayah sudah semakin tinggi dan cantik” Ayah Suzy turut mengelus rambut Suzy

Eomma appa, bogoshipeo” Suzy semakin mengeratkan pelukannya pada kedua orang tuanya

“kami juga merindukanmu, sayang” ujar mereka berdua

“Sekarang kita pulang ke Gwangju, ne?” Ibu bertanya dan menatapnya sendu

Ne eomma” angguk Suzy tersenyum

“Kau begitu kita sekarang pulang, ayah akan menyuruh seseorang besok menjemput barang-barangmu di rumah paman”

Yong Joon kemudian beralih pada Bae Dong Hwan yang sejak tadi diam dengan wajah menegang memandang kosong kearah lain, ia meletakkan tangannya di kedua sisi sofa.

Abeoji, kami akan pergi sekarang” ujar Yong Joon menunduk sopan

Ia kemudian beralih pada Sang Woo dan istrinya “Terima kasih telah menjaga dan merawat Suzy selama ini” ucapnya sopan dan berbalik untuk pergi dari sana bersama istrinya dan Suzy

“Apa kau tahu akibat dari keputusan yang kau ambil ini?” Suara Bae Dong Hwan menginterupsi langkah mereka

“Aku mengerti dan aku yakin ayah tahu apa yang sebenarnya yang menjadi ke khawatiranku selama ini” balas Yong Joon tanpa menunggu lebih lama lagi dia pergi dari sana

Suzy dan kedua orang tuanya sedang dalam perjalanan menuju Gwangju menggunakan mobil pribadi mereka, perjalanan kesana akan menempuh waktu yang cukup lama jika menggunakan mobil. Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh dari kota Seoul, Suzy tertidur di kursi belakang. Sementara Yong Joon di kursi kemudi dan istrinya di samping Yong Joon. Suara panggilan masuk ke ponsel Yong Joon cukup nyaring membangunkan Suzy dari tidurnya, Yong Joon pun melihat nomor asing si penelepon dan dia langsung mengangkatnya

“Halo, ini siapa?” tanyanya langsung

“……….”

“Apa? Abeoji… bagaimana bisa dia?” Yong Joon berseru kaget dan matanya melebar

Yeobo, ada apa?”

Appa, ada apa?”

Suzy dan Ibunya serentak bertanya bingung sekaligus kaget, sementara Yong Joon hanya diam dengan mata menatap kosong dan tajam kearah depan. Yong Joon tidak fokus lagi, wajahnya semakin mengeras dan tidak sadar telah menjatuhkan ponselnya.

Yeobo, kenapa kau diam saja. Ada masalah apa?” seru istrinya tidak sabar

APPA! Di depan ada mobil!” teriakan Suzy menyadarkan Yong Joon, di depan sana dengan arah berlawanan sedang ada mobil mewah yang melaju dengan kecepatan tinggi dan sedikit oleng. Yong Joon berusaha mengendalikan mobil dan menghindari mobil yang ugal-ugalan itu, namun karena semua sudah tidak bisa dihindari, kedua mobil tersebut bertubrukan cukup kuat hingga salah satu mobil menabrak pembatas jalan dan menimbulkan suara yang cukup besar dan berhasil menghancurkan kedua mobil tersebut. Kecelakaan yang cukup besar itu terjadi.

***

~To be continued~

 

Note : Ada yang nungguin kelanjutan ini nggak? Bagi kalian yang setia ikutin ff ini dan kasih feedback pasti sadar kalo setelah 2 minggu baru aku update. Untuk good readers maaf ya aku baru update. Pasti ada alasan kenapa aku baru update, dan itu menyangkut hati dan jiwaku hehe. Semakin banyak yang kasih semangat, semakin cepat updatenya hihi 😀

Nah, di part ini udah tahu kan tentang masa lalu keluarga Suzy dan Soojung? Eh, btw kalian merasa dapat feelnya gak sih? Aku mau tahu pendapat kalian dong! 

Ditunggu respon kalian ya, kan gak enak banget aku ngoceh sendiri tapi gak ada yang respon serasa cinta bertepuk sebelah tangan gitu hiks #abaikan jiwa baper mulai kumat.

Jangan lupa kunjungi aku di Blog : Buckwheat’s Story-Suzy’s fanfiction!

Wattpad : Agasshiel

Nice view IG : Agasshiel

Oke, see you di next part, and enjoy!

Ingat guys kalo RCL nya balance, aku updatenya lebih cepat loh! Hehe 😀 serasa

Advertisements