Tags

, , , , ,

1

Title : Day By Day | Author : Agasshiel | Genre : Sad, Family, Marriage-life, Mellow-drama | Rating : PG-17 | Main Cast : Bae Suzy, Park Chanyeol, Jung Soojung | Other Cast : Find by yourself!

Note : This is a work of fiction. This is a fictional story about fictional representations of real people. No profit was made from this work. All cast belongs to God, their parents, and their agency. But the storyline is mine. Don’t be silent reader and plagiator, please.

∞∞∞

“Someday, We will meet again. I don’t know is it real or just deja vu

~Story Begin~

9 Years Later

[Musim panas, 2016]

“Suzy-ah bangunlah! Bukankah hari ini kau ada rapat?” Gadis bermata sipit itu megguncang bahu gadis yang bernama Suzy tersebut agar segera sadar dari alam mimpinya namun sang subjek utama enggan merespon sama sekali

“Ah ya ampun! Gadis ini benar-benar!” geramnya kehabisan kesabaran lalu menyibak selimut Suzy

“Hei! Bangunlah sebelum aku benar-benar meledak seperti alarmmu kemarin” lanjutnya semakin merecoki tidur Suzy

Sekarang ia benar-benar menyesal telah mengiyakan permintaan Suzy kemarin untuk membangunkannya lebih pagi, lebih tepatnya menjadi alarm bagi Suzy berhubung alarm Suzy yang biasanya telah dirusak tak sengaja oleh sang pemilik karena benda itu sangat mengganggu tidurnya saat itu dan Suzy benar-benar menyesal kemudian. Alarm yang malang.

“Suzy-ah ayolah! Aku lelah, jika aku tidak membangunkanmu kau juga yang menyalahkanku” sungutnya bersedekap berhenti merecoki Suzy

“10 menit lagi, bangunkan aku 10 menit lagi” Suzy mengerang dan menarik kembali selimutnya

“Astaga! kau sudah mengatakan itu 1 jam yang lalu Suzy! Kenapa belakangan ini sulit sekali membangunkanmu eoh? Apa kau sedang berakting jadi snowhite? Apa perlu kupanggilkan cinta pertamamu untuk menciummu? Ani apa pacar pertamamu saja?” Omel gadis itu seperti seorang Ibu yang sedang mengomeli putrinya. Suzy seketika membuka lebar matanya dan melotot kearah gadis berisik itu

“Hei! Kang Seulgi!” sambarnya terduduk dari tidurnya

“Apa!” sementara lawan bicaranya malah balas melotot

“Ah sudahlah. Aku sedang tidak ingin perang denganmu, snowhite. Sekarang cepat bangun sebelum aku yang akan menjadi pangeran untuk menciummu!” Sahut Seulgi bergurau dan segera melesat dari kamar, karena dirinya tahu Suzy sebentar lagi akan meledak karena ia sempat menyinggung tentang cinta pertama dan pacar pertama. Itu benar-benar terdengar klise

Suzy keluar dari kamar sudah siap dengan pakaian kantornya dan bergabung di meja makan bersama Seulgi “Apa rapat hari ini akan lama?” Seulgi bertanya seraya menuangkan kopi di gelas Suzy

“Tergatung pada Direkturnya” jawabnya dan meneguk kopinya

“Oh ya, bagaimana dengan konsep girl group yang akan debut itu? Apa sudah ditetapkan?”

“Seperti biasa, kurasa konsepnya akan mengusung cute” Suzy berujar santai

“Itu memang cocok dengan image mereka jika dilihat dari penilaian showcase mereka selama ini” Seulgi menaikkan bahunya “Cepat selesaikan sarapanmu, nanti kita terlambat” lanjut Seulgi menyelesaikan sarapannya

Suzy dan Seulgi, 2 gadis sahabat –lebih tepatnya sudah seperti keluarga- itu sudah tinggal di apartemen sederhana itu sekitar 5 tahun lamanya. Mereka bekerja di sebuah agensi yang cukup besar dan terkenal belakangan ini, Suzy yang bekerja sebagai staf bagian pelatihan vokal dan alat musik sedangkan Seulgi bekerja di bagian staf pelatihan dance. Meskipun mereka baru saja bergabung sebagai pekerja tetap namun mereka sudah dipercayakan dalam bidang mereka. Sifat keduanya juga sangat bertolak belakang, Suzy yang sekarang cenderung pendiam, dingin, dan cuek dengan orang yang tidak dekat dengannya sedangkan Seulgi tipe gadis yang dewasa, ceria, namun orang yang baru mengenalnya akan berfikir bahwa dirinya tipe gadis cuek dan sombong karena garis wajah dan mata tajamnya menunjukan image dingin.

***

New York, USA

“Apa setelah ini ada jadwal rapat?” tanya Chanyeol memasuki lift bersama sekretaris pribadinya

Sekretarisnya kemudian membuka note kecil yang berada di tangannya dan mulai membacanya

“Tidak” jawab Sekretaris Shin santai dan menutup notenya

“Akhirnya, aku bisa istirahat” gumam Chanyeol lega

“Sepertinya tidak. Krystal menelepon dari selamam dan menanyaimu” sanggah sekretaris Shin membuat Chanyeol menghela nafas berat

“Sepertinya kali akan sulit untuk membujuknya” Chanyeol terkekeh sebelum keluar dari lift yang baru saja terbuka

Chanyeol dan sekretarisnya yang bernama lengkap Shin Wonho itu memang sangat dekat, terkadang mereka lupa untuk berbicara dengan formal walaupun sudah berada di area perusahaan. Mereka berteman sejak duduk di bangku kuliah. Chanyeol yang merupakan calon pewaris The Young Entertainment sekarang menjabat sebagai Direktur Utama di anak perusahan The Young Ent USA, dan ia sudah tinggal di New York, USA sejak 9 tahun yang lalu.

Setelah sampai di ruangannya, Chanyeol langsung melonggarkan dasi dan membuka jasnya lalu melampirkan di kursi kerjanya. Ia merogoh ponsel di saku celananya dan mencari kontak yang ingin ia telfon sejak kemarin, lalu menempelkan ponsel itu ketelinganya.

“Hello, who’s there?” Chanyeol tersenyum geli mendengar sahutan seorang gadis dengan logat khas USA dari sebrang telfon

“Kurasa di ponselmu sudah tertera namaku disana” balas Chanyeol bercanda

“Ya, aku tahu. Aku bertanya untuk memastikan bahwa bukan hantu yang sedang meneleponku” balas gadis itu ketus dan membuat Chanyeol semakin terkekeh. Ia benar-benar merindukan suara jutek gadis ini

“Apa kau sedang mendoakan kematianku, eoh?” sahut Chanyeol dengan nada kecewa yang dibuat-buat

“Bukan begitu. Bagaimana aku tidak berkata seperti itu sementara kau tidak pernah menjawab telfonku dan aku tidak tahu apa kau masih hidup atau tidak” sungutnya panjang lebar

Mian, Soojung-ah”

“Krystal!” potongnya cepat

“Ah~ Baiklah Krystal. Mian belakangan ini aku sangat sibuk jadi tidak sempat menjawab atau menelponmu balik. Dan kau tau sendiri jam di Paris dan New York tidak sama”Chanyeol berujar lembut dan merasa bersalah

“ Ya ya, aku mengerti. Aku memang selalu kalah untuk bersaing dengan berkas-berkas di kantormu itu” balas Krystal masih sedikit jutek

“Aku ingin tahu sejak kapan kau jadikan berkas-berkasku itu saingan?” Chanyeol mulai bercanda dan tertawa

“Oppa! Berhenti bercanda” sungut Krystal

“Baiklah, Soojungie”

“Krystal!” Krystal mengingatkan Chanyeol kembali

“Ya. Krystal” Chanyeol mengalah

Soojung memang memakai nama yang berbeda semenjak debutnya sebagai model Internasional. Orang-orang lebih mengenalnya lewat nama itu, namun berbeda dengan Chanyeol yang sudah terbiasa memanggilnya dengan nama Soojung. Tidak ada yang salah sebenarnya, ia masih sah dengan nama Soojung ataupun Krystal. Krystal pindah ke Paris 5 tahun lalu untuk melanjutkan pendidikannya di bidang modeling dan fashion dan saat itu umurnya 18 tahun, sebelumnya Soojung menghabiskan masa remajanya di negeri Sakura, Jepang selama 4 tahun.

Berbeda halnya dengan Park Chanyeol yang sudah tinggal di New York, USA selama 9 tahun belakangan. Ya, kedua orang tuanya memutuskan untuk mengirimnya ke luar negeri untuk belajar dan menyelesaikan kuliahnya dan bersiap untuk menjadi pewaris perusahaan yang berkompeten.

***

Seoul, South Korea

“Kau sudah selesai rapat?” Seulgi menghampiri Suzy yang baru saja keluar dari ruang rapat

“Hm” Gumamnya dan berjalan beriringan bersama

“Memang kalian membahas apa, sih?” tanya Seulgi penasaran melihat wajah Suzy yang tidak bersemangat sama sekali

“Sepertinya debut girl group baru akan di tunda dulu” balasnya lesu

“Wae?” Sahut Seulgi kaget

“Kau tahu kan perusahaan sedang sangat genting karena saham yang anjlok maka dari itu debut dan comeback para artis harus di tunda dulu” Jelas Suzy prihatin

“Begitu. Sayang sekali” Seulgi ikut prihatin dengan keadaan agensi tempat mereka bekerja ini

“Sudahlah, jangan ikutan stress dulu. Lebih baik kita sekarang makan siang karena aku sudah sangat lapar” Seulgi merangkul Suzy dan membawanya keluar melalui koridor

Dan Suzy hanya pasrah mengikuti perintah sahabatnya itu setelah menghela nafas sesaat. Itulah Kang Seulgi yang sudah menjadi sosok sahabat sekaligus kakak bagi Suzy yang selalu mampu membuatnya semangat dan bertahan. Mungkin jika tidak ada Seulgi di hidupnya selama ini, Suzy tidak yakin apakah dirinya bisa melalui semuanya hingga saat ini.

“Untuk nanti malam kau ingin menyanyikan lagu apa?” tanya Seulgi saat mereka sudah di sebuah restoran makan siang sederhana

“Entahlah, aku juga bingung” Jawab Suzy tidak minat sambil meneguk minumnya

“Kenapa tidak coba nyanyikan lagu yang baru kau tulis? Aku ingin mendengarnya juga” saran Seulgi

“Aku juga tidak yakin dengan lagu itu, aku sudah meminta pendapat sunbae dan produser di agensi kita tentang lagu itu tapi mereka bilang lagu itu terlalu biasa dan itu takkan berhasil” ujarnya kecewa

“Hei! Jangan pikirkan pendapat mereka. Jika mereka tidak ingin dengar lagumu bukan berarti semua orang juga tidak ingin mendengarnya.” sambar Seulgi memberi semangat

“Kau mau mendengarnya?” Tanya Suzy tersenyum

“Tentu saja, maka dari itu nyanyikan lagu itu, eoh. Aku mau mendengarnya. Kau tahu semua lagu punya hak yang sama untuk di dengar oleh orang-orang yang ingin mendengarnya dan menikmatinya karena musik adalah seni” Seulgi berkata dengan sangat bijak membuat Suzy terpengarah seketika

Daebak! Ternyata kau sangat bijak” ujar Suzy berjengit

“Tentu saja, kau tahu tahun dan tanggal lahir kita sama hanya berbeda di bulannya saja. Dan aku lebih tua darimu karna aku lahir di bulan Februari. ” tegasnya bangga

“Haha Hei! Apa sebaiknya mulai sekarang aku panggil kau eonni…perkataan Suzy berhenti seketika. Sekelibat tentang masa lalu terulang kembali di otaknya, senyum di wajahnya tadi menghilang begitu saja. Perlahan wajahnya mengeras dan jemarinya ia genggam kuat.

“Kau lahir di bulan dan tanggal berapa?”

“10 Oktober 1994”

“Jinjja? Kita hanya berbeda 14 hari. Aku lahir 24 Oktober 1994”

“Seperti kata harabeoji mulai sekarang aku akan memanggilmu eonni”

“Hei! Suzy-ah..apa kau mendengarku?” Seulgi menggoncang lengan Suzy yang terlihat diam menatap kosong kedalam mangkuk nasinya

Eo-eoh. Mian, aku hanya teringat sesuatu tadi” jawabnya tersenyum pahit “Cham baiklah nanti malam aku akan menyanyikan lagu itu” lanjutnya tersenyum untuk mengalihkan perhatian

“Arasseo” balas Seulgi ragu dengan ekspresi Suzy tadi

Malam harinya, Suzy sudah siap untuk tampil menyanyikan lagunya seperti janjinya pada Seulgi saat makan siang tadi. Sebenarnya Suzy bekerja paruh waktu di cafe sebagai penyanyi. Meskipun sebenarnya Suzy punya pekerjaan tetap sebagai staf di agensinya dan kekurangan uang bukan alasan utamanya untuk bekerja paruh waktu melainkan untuk menyalurkan hobby dan bakatnya sekaligus untuk mengisi waktu luangnya selain bekerja di perusahaan. Tentu saja hal ini ia lakukan agar dirinya tidak punya waktu untuk terus mengingat dan merenungi masa lalu yang sangat ingin ia lupakan.

Dan sahabatnya Kang Seulgi juga tidak jauh berbeda dengannya, mereka seperti sepasang sumpit yang tidak pernah berpisah. Mereka berdua lulus di sekolah dan kampus yang sama namun dengan jurusan yang berbeda dan bekerja di perusahaan yang sama pula.

Suzy berjalan dengan menenteng tas gitar kesayangannya menaiki bagian panggung cafe yang bernuansa klasik Inggris dan tenang tersebut.

“Selamat malam para pengunjung kami yang setia. Malam ini, saya akan membawakan lagu yang baru saja selesai saya tulis dan judulnya Gonna be alright. Semoga kalian menyukainya” Suzy berkata dan sesekali tersenyum melirik kearah sahabatnya yang sedang melambaikan tangan duduk di sudut.

Suzy duduk di bangku yang ada di atas panggung dan mulai memetik gitarnya.

Tidak apa-apa, kau bisa berhenti

Kau sudah melakukan semua yang kau bisa

Tidak apa-apa, kau bisa melepaskannya sekarang

Karena masih begitu canggung dengan orang lain

Kau kacau dan berpaling sepanjang malam

Tapi jangan berusaha begitu keras pada diri sendiri

Jangan memaksakan diri…

Bahkan jika kau kesepian, jangan biarkan itu terlihat

Kau harus menutupinya

Bahkan jika air mata mengalir, kau harus menahannya

Berhentilah menjadi orang pertama yang terluka

Tapi jangan berusaha begitu keras pada dirimu sendiri

Jangan memaksakan diri…

Jika kau menutup dirimu dengan kekelaman

Bahkan kesepian yang mendalam akan menjadi temanmu

Hari esok akan lebih baik, berdoalah

Cahaya bulan terang di malam hari

Ku akan memberitahumu rahasiaku yang bahkan orang lain tidak tahu

Embun malam datang ke dalam pandangnku

Aku terus menahannya di dalam hatiku

Tidak apa-apa, terima kasih

Kau sudah melakukan semua yang kau bisa…

Cafe di selimuti nyanyian akustik yang sangat tepat untuk suasana tenang di dalam cafe tersebut. Suzy menyelesaikan nyanyiannya, lagu yang sebenarnya bagian dari dirinya. Kata-kata yang ia tuangkan untuk dirinya sendiri. Yang orang lain mungkin tidak mengerti perasaannya.

***

“Tidak apa-apa kau bisa berhenti. Kau sudah melakukan semua yang kau bisa” Seulgi mengucapkan kembali lirik lagu tadi di samping Suzy. Mereka sedang dalam perjalanan pulang dari cafe menuju apartemen mereka

“Aku tahu lagu itu tentangmu” lanjutnya lagi

Suzy menoleh dan tersenyum kecil “Hm. Maja” Suzy mengangguk dan membenarkan posisi gitar yang berada di punggungnya

“Kau masih belum bisa melupakan dan membenci mereka?” tanya Seulgi pelan

Suzy diam sejenak dan menghela nafas berat “Aku ingin sekali bisa melupakan mereka, tapi itu sangat sulit bahkan sedetik. Kata benci bahkan melebihi itu” ada jeda sejenak sebelum ia kembali melanjutkan “semua masih sulit untuk kuterima begitu saja. Kadang aku berfikir kenapa Tuhan sangat kejam padaku” Air mata dengan bebas jatuh di pipi tirusnya

“Suzy-ah aku mengerti perasaanmu tapi kau tak boleh menyalahkan Tuhan, karena kau tak bisa menyelami rencanaNya yang bukan rencanmu” Seulgi berkata pelan dan tenang agar Suzy tidak salah mengerti

Setelah terdiam cukup lama selama perjalanan kecil mereka “Kau tahu, kalau bukan karena mereka mungkin aku-kau-dan pacar pertamamu itu tidak akan bertemu dan sempat bersama” Seulgi menyelipkan gurauan di kalimatnya agar suasana tidak canggung dan itu berhasil membuat Suzy mendelik kearahnya

“Hei! Siapa yang kau sebut pacar pertamaku, eoh” Suzy melotot tak terima kearah Seulgi

“Jadi aku harus menyebut dia apa?” balas Seulgi masih bercanda

Suzy tidak berniat menjawab, dengan memasang wajah kesal dia melangkah cepat meninggalkan Seulgi yang tertinggal di belakang

“Hei! Tunggu. Aku hanya bercanda” Seulgi terkekeh dan berlari kecil untuk mengejar Suzy lalu merangkul bahu Suzy

Mereka berdua kembali berjalan pelan “Suzy-ah” panggil Seulgi pelan

Wae?” gumam Suzy tanpa menoleh

“Bagaimana dengannya?” pertanyaan Seulgi yang menggantung

“Siapa?” tanya Suzy balik tidak mengerti

“Cinta pertamamu dan pacar pertamamu. Siapa yang lebih kau rindukan diantara mereka?” Seulgi tersenyum jenaka pada Suzy saat melihat perubahan raut wajahnya karena pertanyaan itu

“Hei! Sudah kukatakan aku dan Sehun oppa tidak berpacaran” sanggah Suzy tak terima

“Dan kau mengakui lelaki yang satu lagi cinta pertamamu?”

“Aku jua tidak pernah mengatakan padamu bahwa dia cinta pertamaku, dan entah dari mana kau langsung menyimpulkan sesukamu bahwa dia cinta pertamaku. Berhentilah mengarang Kang Seulgi!” Sahutnya jengkel

“Kau memang tidak pernah mengatakannya, tapi kotak rahasiamu itu yang mengatakannya. Disana ada surat yang berisi tentang seorang gadis umur 12 tahun bernama Bae Suzy pertama kali menyukai lelaki yang memberinya bunga Soba saat salju turun” Seulgi mendramatisir ucapannya berlebihan dan tersenyum aneh karena menghayal layaknya sedang jatuh cinta. Sementara Suzy hanya memandang jengkel sahabatnya itu, sekarang ia menyesal telah membiarkan Seulgi membaca terlalu banyak surat-suratnya dan menonton drama romantis terlalu banyak.

“Ya-a pokoknya itu hanya masa lalu dan saat itu aku masih sangat kecil. Hei! Berhentilah membahas itu, Kang Seulgi!” sahut Suzy terbata-bata dan diakhiri dengan nada jengkel

Seulgi hanya terkekeh geli melihat ekspresi Suzy “Aku penasaran dengan penampilan mereka berdua sekarang” ujarnya tidak memperdulikan pandangan horor dari Suzy

“Oh ya, bukankah bulan depan kau harus mengunjungi ibu dan ayahmu, Suzy-ah?” seru Seulgi mengingatkan

“Hm, ya” balas Suzy singkat

Seulgi memang sudah mengetahui semua masa lalu kehidupan seorang Bae Suzy dan begitu juga sebaliknya. Seulgi mengetahui semua penderitaan Suzy semasa kecil tanpa sedikit celah dan ia tahu bagaimana perasaan Suzy. Tidak ada rahasia diantara kedua sahabat itu. Tidak sebelumnya aku sudah mengatakannya bukan mereka lebih dari sekedar sahabat.

***

New York, USA

“Kembali ke Korea? Kenapa tiba-tiba abeoji menyuruhku untuk kembali ke Korea dan menetap disana?” Chanyeol bingung dengan permintaan tiba-tiba ayahnya dari telfon

“Kau akan segera mengetahuinya dan segera selesaikan semua urusanmu disana, akan segera ada direktur untuk menggantikanmu disitu” jawab Park Jin Young tenang

“Tapi abeoji kau tahu sendiri urusan disini sangat banyak dan tidak akan mungkin akan selesai dalam 1-2 minggu, pasti butuh waktu 1 bulan untuk mengurus kepindahanku ke Korea”

“Ya, aku tahu. Maka dari itu persiapkanlah kepindahanmu ke Korea dalam sebulan ini. Dan setelah itu segeralah kembali ke Korea untuk mengurus perusahaan disini”

“Baiklah, aku mengerti abeoji” jawab Chanyeol patuh dan setelah itu menutup telfonnya

Sebenarnya ia tidak terlalu kaget dengan keputusan ayahnya yang memintanya untuk pindah ke Korea dan mengurus perusahaan pusat mereka yang berada di Korea. Mungkin ayahnya menyuruh dirinya pindah ke Korea agar ia yang merupakan penerus The Young Ent segera menggantikan posisi ayahnya sebagai CEO

Paris, Perancis

“Kenapa kebetulan sekali? baru saja aku ingin memberitahu oppa bahwa 2 minggu lagi aku juga akan kembali ke Korea dan kemungkinan akan menetap di sana untuk melanjutkan karirku. Akhirnya setelah 9 tahun berlalu, kita bisa kembali ke Korea, bukan begitu oppa?” sahut Krystal ceria sambil merapikan rambutnya depan cermin

“Ya begitulah, Soojungie. Aku juga senang akhirnya bisa kembali ke Korea” sahut Chanyeol dari sebrang telfon

Oppa! Dari suaramu sepertinya kau tidak terlalu senang? Setidaknya kita bisa bersama kembali nanti, tidak hanya melalui video call ataupun telfon” tebak Krystal cemberut

“Bukan begitu Soojung-ah. Tentu saja aku senang. Aku hanya sedang sedikit lelah karena harus segera menyelesaikan semua pekerjaanku disini” sahut Chanyeol lembut

“Benarkah? Kukira kau tidak senang harus kembali ke Korea karna harus berpisah dengan artis-artis bule di agensimu itu! Dan jika itu benar baru saja aku ingin datang kesana sekarang juga dan menghancurkan gedung kantormu” ancam Soojung

“Wooo. Itu mengerikan, aku tidak tahu kalau Soojung yang dulu sudah berubah jadi sangat agresif sekarang” Chanyeol terkekeh

“Tentu saja!”

***

Seoul, South Korea

“Seulgi-ah aku dengar agensi kita telah di akusisi oleh agensi lain” Ujar Suzy santai sambil mengoleskan cream malam ke wajahnya

Jinjja? Oleh agensi mana?” Seulgi ikutan tertarik dengan topik panas itu

“Katanya sih agensi The Young Entertainment” balas Suzy santai

“Heol! Daebak! Berarti kita akan menjadi satu agensi dengan para artis terkenal di The Young Ent” Seru Seulgi heboh

“Apanya daebak? Itu sama saja seperti kita akan punya ibu tiri. Dan kita tidak tahu apakah ibu tiri kita itu baik atau tidak” Sanggahnya membuat perupamaan

“Berhentilah berfikiran aneh, Suzy-ah! Setidaknya keputusan perusahaan kita untuk bergabung dengan agensi besar itu sangat tepat disaat agensi kita diambang…ya bisa dikatakan kehancuran, mungkin?” ujarnya yakin tak yakin

“Benar juga, sih. Ini akan menguntukan agensi kita dan agensi mereka. Dan kemungkinan agensi kita berubah nama karena telah menjadi anak perusahaan mereka”

“Ya kurasa juga begitu” tambah Seulgi

“Kuharap tidak terlalu banyak perubahan dengan suasana di agensi kita setelah bergabung dengan agensi mereka” Suzy menghela nafas

“Dan aku benar-benar penasaran dengan staf-staf dan CEO dari agensi The Young Ent” tambah Seulgi mulai membayangkan sesuatu

“Hei! Berhentilah membayangkan hal-hal yang aneh” Sahut Suzy santai menghancurkan fantasy Seulgi sebelum ia benar-benar menghayal terlalu tinggi dan itu membuat Seulgi mendengus

“Kita bisa mengenal staf-staf dan CEO yang akan menjadi CEO kita juga itu di pesta perayaan dan pengesahan penggabungan perusahaan 3 minggu lagi” ujar Suzy santai

Jinjja?”

***

New York, USA

Chanyeol yang semula berjanji untuk menyelesaikan semua pekerjaan dan urusannya di New York selama sebulan sebelum kepindahannya ke Korea memutuskan untuk menyelesaikannya lebih cepat yaitu 2 minggu agar jadwal kepulangannya ke Korea bersamaan dengan jadwal pulang Krystal. Dan setelah itu 2 minggu selebihnya nanti akan ia manfaatkan untuk bersantai dan berlibur bersama Krystal sebelum kembali bergulat dengan urusan di perusahaan.

“Kau yakin jadwal penerbanganku sudah sesuai dengan jadwal penerbangan Soojung dari Paris?” tanya Chanyeol duduk di sofa ruang tengah kepada sekretaris Shin

“Ya, aku sudah memastikan jadwal kalian. Tapi sepertinya kau akan tiba di Seoul 1 jam lebih cepat dari Krystal” ujar sekretaris Shin ikut duduk di sofa

“Bagaimana dengan barang-barangku?”

“Semua sudah sampai di apartemenmu yang baru kemarin”

“Baiklah, kalau begitu kita istirahatlah dulu. Besok kita akan berangkat pagi sekali, bukan?” ujar Chanyeol beranjak dari sofa dan menuju kamar apartemen mewah itu yang kini sudah tampak kosong karena sebagian barang-barang pribadi Chanyeol telah di kirim ke Seoul

Keesokan harinya setelah menempuh beberapa jam dari New York-South Korea pesawat yang ditumpangi Chanyeol itu menjejakkan rodanya di tanah Korea Selatan dengan sempurna dan mulus.Chanyeol keluar melalui pintu yang bertuliskan International Arrival bersama sekretarisnya yang mendorong sebuah troli berisi koper.Wajah lesu tampak jelas di wajahnya namun tak mengurangi ketampanannya. Ia kemudian melepas kacamata hitamnya

“Kau tampak lelah, bagaimana kalau kita cafetaria sambil menunggu penerbangan Krystal landing 1 jam lagi” saran Sekretaris Shin

“Baiklah” balas Chanyeol lalu pergi menuju cafe bersama Shin

1 Jam kemudian

Pesawat yang ditumpangi Krystal dari Paris-Korea Selatan landing. Krystal keluar dari pintu International Arrival dengan mendorong troli. Ia langsung menjadi perhatian beberapa orang disana, bagaimana tidak ia adalah model internasional dengan wajah yang tidak asing yang sering muncul di majalah terkenal yang baru saja mendarat di tanah Korea Selatan setelah 9 tahun. Rindu. Tentu saja Krystal merindukan tanah kelahirannya itu setelah sekian lama. Rambut bergelombang yang ia biarkan tergerai dengan setelan dress simple namun elegan dan juga kacamata hitam yang bertengger di hidung mancungnya.

“Oppa” serunya ceria setelah melihat sesorang didepan sana melambaikan tangan padanya

“Bagaimana penerbanganmu?” tanya Chanyeol tersenyum mengelus kepala Krystal yang sudah masuk kedalam pelukannya

Bogoshipeo” gumam Krystal melepas pelukannya

“Ini bahkan belum 24 jam kita berbicara lewat telfon semalam” sahut Chanyeol jahil

“Melihat langsung dengan mendengar suara itu jelas berbeda” sungut Krystal

Chanyeol terkekeh geli “Baiklah. Aku juga merindukanmu”

Chanyeol dan Krystal memang tinggal di negara yang berbeda selama 9 tahun belakangan, namun dalam kurung waktu 9 tahun bukan berarti mereka tidak pernah bertemu. Mereka sesekali saling mengunjungi jika ada waktu. Seperti tahun lalu Krystal yang mengunjungi Chanyeol di New York selagi melakukan fashion show disana.

***

“Hari ini kau ada rencana?” Seulgi menghampiri Suzy yang sedang mengeringkan rambutnya dengan hair dryer

“Tidak. Kenapa?”

“Bagaimana kalau kita jalan-jalan keluar berbelanja dan makan ice cream?” tawar Seulgi

“Ice cream?”

Seulgi mengangguk semangat “Baiklah” jawab Suzy setuju

“Kalau begitu aku siap-siap dulu, ya!” Seulgi berlari dengan semangat ke kamar

Suzy berdecak dan terkekeh melihat tingkah sahabatnya itu “Apa dia masih anak remaja?”

Suzy sudah siap dengan pakaian santai yang cocok untuk musim panas saat ini yaitu rok hitam diatas lutut yang ia padukan dengan kemeja putih bercorak dan juga cardigan pink panjang khas dirinya yang simple. Sementara Seulgi memakai hotpans jeans dan kaos abu-abu. Mereka mengunjungi beberapa toko pakaian dan sepatu layaknya seperti gadis-gadis lainnya lakukan. Setelah membeli beberapa pakaian dan sepatu kedua sahabat itu masuk kedalam kedai ice cream dan mengambil tempat duduk dekat jendela yang memiliki spot yang bagus untuk mengambil selca yang bagus

“Tunggu disini, biar aku saja yang pesan kesana” ujar Suzy meletakkan beberapa handbag diatas meja

“Baiklah. Pesankan aku rasa red velvet” sahut Seulgi

Arraseo, tunggu sebentar ya” Suzy pergi menuju meja pemesanan dan mengantri

“Semangkuk rasa red velvet dan semangkuk rasa vanila dan cookies, juseyo” ujar Suzy menunjuk box ice kepada petugas cafe

Ne” jawab petugas cafe dan mulai menyiapkan pesanan Suzy

Beberapa saat kemudian petugas cafe meletakkan nampan yang berisi 2 buah mangkuk ice cream ke hadapan Suzy dan ia menyerahkan beberapa lembar uang. Suzy berbalik dengan membawa nampan ice cream tersebut dan seseorang dibelakangnya yang sedang mengantri maju untuk memesan ice cream

“Rasa Black choco dan almond semangkuk dan rasa strawberry semangkuk, juseyo” Suzy menghentikan langkahnya setelah mendengar seseorang menyebutkan black choco dan almond dengan suara khas bass dan berat yang entah mengapa mengusik telinganya. Ia seperti baru saja merasakan deja vu, ia menoleh untuk melihat pemilik suara itu dan mendapati punggung seorang pria dengan badan yang cukup tinggi sedang berdiri di depan meja pemesanan tadi

“Permisi” belum sempat Suzy melihat wajah pria tadi dengan jelas seseorang dengan membawa troli berisi beberapa alat untuk mengepel seperti ember dan sapu menginterupsinya yang terdiam di tengah cafe dan menghalangi jalan

“Ah, maaf” ujar Suzy lalu menyingkir sedikit agar orang tersebut bisa lewat, dan lalu beralih lagi melihat ke meja pemesanan tadi namun pria tadi tidak lagi disana. Ia mengerutkan keningnya dan memutuskan kembali ke meja tempat Seulgi berada tadi

“Kenapa lama sekali?” tanya Seulgi tanpa mengalihkan pandangannya dari ponsel di tangannya

“Ada antrian sebentar tadi” jawab Suzy meletakkan semangkuk ice cream berwarna merah di hadapan Seulgi

“Wah, come on babe I wanna taste you” sahut Seulgi pada ice creamnya mulai menyendokkan benda dingin dan manis itu kedalam mulutnya

Suzy berdecak mendengar ucapan Seulgi yang menurutnya sedikit menjijikan itu “Dasar ratu lebay” sahutnya

***

“Kenapa lama sekali?” Sahut Krystal saat melihat Chanyeol datang dan meletakkan nampan ice cream di hadapannya

“Ada sedikit antrian tadi” balas Chanyeol tersenyum

“Geure?” sahutnya singkat

“Hm, strawberry kesukaanmu. Cepat makan sebelum mencair” suruh Chanyeol

Gomawo, oppa. Baiklah berhubung 2 minggu ini hari santai kita aku akan melupakan diet dulu sejenak” ujarnya menghela nafas

Chanyeol hanya terkekeh melihat tingkah Krystal. Ia tahu bahwa Krystal sangat memperhatikan berat badannya karena ia adalah model dan ia mengerti itu. Tapi kali ini ia ingin membuat Krystal sedikit lebih bebas untuk memakan apapun yang ia inginkan agar dirinya tidak terlalu stress.

***

“Suzy-ah bagaimana ini aku harus pergi lebih dulu, aku lupa jika hari ini Yeri ada latihan dance tambahan” Seulgi merutuki kebodohannya karena melupakan itu

“Baiklah, pergilah sebelum kau benar-benar terlambat. Barangmu biar aku saja yang membawanya pulang”

Gomawo, Suzy-ah. Kalau begitu aku pergi dulu” sahutnya dan berlari kecil dari dalam cafe ice cream

“Dasar pelupa” sahut Suzy melihat tingkah sahabatnya itu

Setelah menghabiskan waktu setengah jam di dalam cafe Suzy memutuskan untuk segera pulang. Ia pun melangkah keluar dari cafe namun belum selangkah ia jalan hujan tiba-tiba turun mengguyur langit Seoul membuatnya mengurungkan niat untuk melangkah.

Eottokhae? Aku tidak membawa payung” ujarnya menghela nafas berat

“Permisi, pakai saja punyaku” tiba-tiba seseorang yang baru saja keluar dari cafe dari arah belakang Suzy memayungkan payung diatas kepala Suzy dan orang tersebut secepat kilat berlari menerjang hujan menuju sebuah mobil yang terparkir tidak jauh dari depan cafe ice cream tersebut

***

“Eoh, kenapa kau kehujanan? Payungmu mana?” Krystal berujar heran melihat Chanyeol basah kuyup saat masuk ke dalam mobil

“Kuberikan pada orang lain, sepertinya dia lebih membutuhkannya” jawabnya santai sambil mengacak-acak rambutnya yang sedikit basah

“Ya, dan akhirnya kau yang kehujanan, oppa” sungut Krystal lalu mengeluarkan sapu tangan dari dalam tas dan membantu Chanyeol mengeringkan rambutnya

“Aku tidak apa-apa, aku hanya tidak tega melihatnya. Aku berfikir bagaimana jika seandainya dirimu yang disana tadi” sahutnya tersenyum jahil

“Ah jadi yang kau tolong itu juga yeoja?” tebaknya kesal

“Hm” gumam Chanyeol tidak berminat

Krystal berdecak kesal “berhentilah bersikap baik pada yeoja lain, eoh!” sungutnya

Chanyeol tertawa geli “Kau berlebihan, Soojungie. Aku tidak tertarik dengan hal begituan. Jangan khawatir. Dan ini ponselmu yang tadi ketinggalan, dasar pelupa”

Krystal terkekeh “Gomawo

***

2 minggu kemudian

Hari ini adalah pesta perayaan penggabungan agensi The Young Entertainment dan agensi 2nd Sun Entertainment tempat Suzy dan Seulgi bekerja. Hari resmi agensi 2nd Sun menjadi berubah nama dan menjadi bagian anak perusahaan The Young Ent. Suzy sudah siap dengan gaun diatas lutut berwarna pink soft yang pas di tubuh yang kurus, rambut panjangnya ia biarkan terurai membuatnya terlihat anggun. Suzy dan Seulgi pergi dengan menaiki mobil Suzy, Suzy biasanya jarang mengendarai mobil kemana-mana dan lebih suka menaiki transportasi umum namun karena hari ini adalah acara penting jadi ia pergi dengan mengendari mobilnya. Butuh waktu selama 30 menit untuk sampai di hotel berbintang dimana pesta diadakan.

Suzy dan Seulgi memasuki hotel dan langsung menuju ballroom hotel tersebut dimana pesta diadakan. Dalam ruangan tersebut sudah di penuhi oleh orang-orang yang yang Suzy perkirakan adalah staf bagian dari The Young Ent dan sebagian dari mereka berasal dari agensinya. Suasana yang berkelas, beberapa diantara mereka sedang berbincang-bincang dengan gelas berisi alkohol di tangan mereka, dan sepertinya acara tersebut belum di mulai.

“Suzy-ah aku melihat banyak artis terkenal disini. Eoh, bukankah itu aktris Min Hyo Rin!” Seru Seulgi berbisik pada Suzy

“Ya, aku juga melihatnya” balas Suzy santai

“Heol! Daebak! Aku tidak menyangka akan satu agensi dengannya”

Suzy terkekeh melihat ekspresi berlebihan Seulgi “Hei! Kau tahu kau berlebihan. Lakukan seperti biasa seperti si Kang Seulgi yang berwajah dingin. Aku suka imagemu yang satu itu pada saat ini” ujar Suzy bergurau

“Benarkah?” Seulgi bertanya ragu

“Ya” jawab Suzy mantap

“Oh ya, apa CEO nya belum datang? Siapa namanya? Aku lupa” Sahut Seulgi kemudian memperhatikan sekeliling

“Sepertinya begitu. Park Jin Young” jawab Suzy acuh

“Ah benar, Park Jin Young. Kau sudah pernah bertemu dengannya?

“Tidak. Aku sering mendengar namanya dan melihatnya di TV tapi aku belum pernah melihatnya secara langsung” jelas Suzy

“Eoh. Suzy-ssi, Seulgi-ssi kalian sudah datang?” sapa Lee Ji Eun

Ne, sunbaenim” jawab mereka berdua menunduk sopan

“Kalian terlihat cantik sekali hari ini” puji Lee Ji Eun

“Anda juga sunbaenim” balas Seulgi menggoda senior di agensinya tersebut

“Kapan acaranya akan di mulai, sunbae?” tanya Suzy mulai bosan

“Sepertinya sebentar lagi” balas Lee Ji Eun tidak yakin “Ah itu dia CEO sudah datang” lanjut Lee Ji Eun membuat Suzy menoleh kearah Park Jin Young yang baru saja datang dan sedang berbincang-bincang dengan tamu eksekutif

“Ah~ Jadi dia yang akan jadi CEO kita sekarang” sahut Seulgi menganguk-angguk

“Bukan. Kudengar-dengar putranya sebentar lagi yang akan menggantikan posisinya! Maka dari itu pesta diadakan untuk sekaligus memperkenalkan putranya” sanggah Lee Ji Eun santai

Jinjja?” sahut Seulgi

“Dia punya putra?” tambah Suzy

“Tentu saja, dia punya. Memang tidak banyak yang tahu tentang putranya karena putranya tinggal di luar negeri selama ini, dan memilih menjadi direktur anak perusahaan mereka di luar negeri” jelas Lee Ji Eun panjang lebar

Suzy dan Seulgi tampak serius mendengarkan dan mengangguk-angguk

“Kurasa hari ini putranya juga hadir disini” tambah Lee Ji Eun

Jinjja? Apa dia disini sekarang, dia yang mana?” Seulgi bertanya tak sabaran dan memperhatikan ke sekeliling Park Jin Young, sementara Suzy hanya mengikuti arah pandang Seulgi tidak terlalu berminat dengan percakapan mereka karena baginya sekarang adalah acara ini segera dimulai karena ia mulai bosan

“Aku juga tidak yakin, aku hanya melihatnya sekilas kemarin di gedung The Young Ent saat berkunjung kesana untuk rapat. Tapi yang pasti dia benar-benar tampan” ujar Ji Eun bersemangat dan terus mencari wajah yang ia maksud

“Benarkah?” Seulgi ikut bersemangat

Suzy hanya mendengus memperhatikan kedua mahluk di hadapannya ini.

“Ah itu dia!” Seru Ji Eun cepat saat melihat siluet tersebut memasuki ruangan itu. Suzy dan Seulgi otomatis menoleh kearah yang ditunjuk Lee Ji Eun

Suzy yang tadi tidak berminat akhirnya ikut melebarkan matanya, darahnya berdesir deras saat itu juga saat melihat subjek utama perbincangan mereka sejak tadi. Namun, bukan hanya itu yang membuatnya terdiam dan tegang seketika melainkan gadis yang berada disampingnya yang sedang menggandeng lengannya.

“Soojung” gumamnya tanpa sadar

“Selamat malam tamu undangan yang telah hadir di ruangan ini…” sang pembawa acara membuka acara malam ini. Acara di mulai dengan kata sambutan dari CEO yaitu Park Jin Young dan para pemegang saham. Lalu setelah itu, Park Jin Young mengumumkan putranya sebagai penerusnya selanjutnya. Maka dari itu pembawa acara mempersilahkan Park Chanyeol untuk memperkenalkan diri, selaku putra dari Park Jin Young. Chanyeol naik keatas panggung dan berdiri tepat di depan mic.

“Selamat malam, cheoneun Park Chanyeol imnida. Saya akan melakukan yang terbaik untuk perusahaan ini dan mohon bantuannya…” Chanyeol menyelesaikan kalimatnya dan kembali ke mejanya semula.

Aku melihatnya. Ketika melihatnya aku langsung mengenalinya sekilas, apakah dia akan mengenaliku sekilas juga? Sepertinya benar kata mereka bahwa itu tidak mudah untuk dilupakan. Cinta pertama.”

Mata Suzy sejak tadi tidak lepas dari setiap pergerakan yang dilakukan oleh Park Chanyeol dan Soojung. Ia melihat Soojung dan Chanyeol yang berbicara bersama dimeja mereka dan sesekali tertawa. Chanyeol benar-benar berubah dari 9 tahun lalu terakhir kali ia melihatnya, selain senyumnya yang tidak berubah semua benar-benar berubah. Begitu juga dengan Soojung, gadis itu semakin cantik dan elegan.

“Suzy-ah kenapa kau tiba-tiba menjadi pendiam sekali hari ini? Kau sakit?” ujar Seulgi melihat menyadari perubahan Suzy sejak tadi

Suzy tersenyum kecil membalas ucapan Seulgi “Aku tidak apa-apa”

Seulgi menganguk “Katakan padaku jika kau memang merasa sedang tidak enak badan”

Suzy mengangguk “hm” gumamnya. Seulgi kembali melanjutkan obrolannya dengan beberapa staf disana sementara Suzy kembali diam. Ia menoleh kembali kearah Chanyeol dan Soojung yang sekarang sedang berbicara dengan beberapa pemegang saham yang tadi memberi kata sambutan. Tidak tahan karena terus berlama-lama disana Suzy memutuskan bangkit dan pergi menuju pintu keluar, dan Seulgi yang sedang asik tidak menyadarinya.

Suzy memutuskan pergi ke toilet untuk menenangkan jantungnya yang tidak bisa berhenti berdebar dan tangannya yang gemetar membuatnya keringat dingin. Ia berusaha keras untuk mengatur nafasnya yang memburu. Setelah bisa mengendalikan dirinya dan tenang ia keluar dari toilet dan berjalan sedikit menundukkan kepala kedalam ruangan tadi. Saat akan akan sampai di meja tempat Seulgi berada ia mendongakan pandangannya dan saat itu juga ia menghentikan langkahnya. Pandangan mereka bertemu.

“Suzy-ah kau dari mana saja? Kenapa pergi sendiri?” Sahut Seulgi menghampiri Suzy yang hanya berdiri terdiam di tempat

Seulgi bingung dengan sikap Suzy dan mengikuti arah pandang Suzy dan mendapati Chanyeol bersama seorang gadis di sampingnya “Oh annyeonghaseyo”sapa Seulgi menunduk sopan pada anak dari CEO yang baru saja dikenalnya tadi

Oraemaniyeyo Suzy” Sahut Soojung membuka suara setelah beradu pandang cukup lama dengan Suzy

Sementara Suzy masih belum memberi respon apapun, sedetik kemudian ia menaikkan sebelah sudut bibirnya, berusaha tersenyum “Oraemaniyeyo Soojung-ssi!” balasnya dengan penuh penekanan diakhir kalimat

***

~To be continued~

 

Note : Seperti kata Suzy-Soojung “Oraemaniyeyo, readers!” Adakah yang menanti ff ini? Lama banget ya baru update, eh pas update udah 9 tahun aja hehe. Ada yang penasaran apa yang terjadi 9 tahun belakangan? Nantikan ya! Untuk readers yang juga penasaran dengan lagu yang dinyanyikan Suzy di cafe itu, judulnya Gonna be alright ost Orange Marmalade. Aku suka lirik dan lagunya dan menurut aku sesuai sama situasi Suzy. Silahkan didengar bagi yang belum pernah dengar lagunya.

Maaf juga karna author update lama karna sibuk dengan tugas kuliah. Oh ya, buat readers yang lagi sibuk untuk persiapan ujian masuk PTN, fighting!

Jangan lupa silaturahmi di blog aku : Buckwheat’s Story-Suzy’s Fanfiction!

Wattpad : Agasshiel

Nice view IG : Agasshiel

Oke, see you next part, and enjoy!

Ingat guys, RCL ya jangan jadi silent readers J Soalnya bakal susah kalo jadi silent readers. Hehe #apaansih. Bye.

Advertisements